Menjadi Pemilih yang Dewasa

Sumber: depoknews.id
Menjadi simpatisan calon pemimpin maupun kader suatu partai politik sah-sah saja dan menjadi hak setiap orang. 
     Dalam suasana menjelang pilkada seperti ini, calon pemimpin dan partai politik menjadi sesuatu yang hangat dibicarakan. Partai politik bahkan seakan menjadi ‘agama’ baru karena fanatisme pendukungnya. Pandangan dan pemikiran yang diejawantahkan melalui partai politik tertentu bagi sebagian orang sudah mendarah daging dan seakan tak tergantikan dengan yang lain.

Menjadi kader berarti dia harus siap ketika berbeda pandangan politik dengan orang lain. Bahkan dengan orang terdekatnya sekalipun. 
     Tak jarang seorang suami berbeda haluan politik dengan istrinya. Anak berbeda partai dengan orang tuanya. Tidak ada yang salah. Masing-masing berhak memilih partai mana yang paling pas di hati.
      

     Keragaman pandangan politik itu apabila ditanggapi secara positif tentu menggembirakan. Perbedaan pandangan itu menunjukkan masyarakat Indonesia sudah berpikir matang dan dewasa bahwa politik hanyalah kendaraan untuk menuju negara yang lebih baik. Masing-masing partai pasti memiliki program unggulan yang sering dikoarkan dalam kampanye, dan hal itu pasti mengajak ke arah perubahan yang lebih baik.
     Yang menjadi masalah yaitu ketika ada kader-kader yang saking fanatiknya kepada partai tertentu, lalu menjadi tidak respek kepada kader partai lain. Hal inilah yang mengotori demokrasi di Indonesia. Menganggap partai sendiri paling benar, paling bersih, paling suci, dan paling yang lain hendaknya dihindari. Masyarakat sudah kritis dan pandai menilai. Masyarakat tentu akan muak kalau kampanye hanya melecehkan dan menjelekkan partai lain.
     Mari gunakan hak pilih demi perubahan Indonesia. Mari menjadi pemilih yang dewasa.     
Menjadi Pemilih yang Dewasa Menjadi Pemilih yang Dewasa Reviewed by Ahmad Salim on Desember 07, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

~ Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak dengan berkomentar di sini. Jangan ada spam, SARA, pornografi, dan ungkapan kebencian. Semoga bermanfaat. ~