Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

2018-01-02

BUKU HAIGA YANG LANGKA DI INDONESIA KARYA GUNA DAN IRA

1/02/2018 08:17:00 AM 20

Antologi 101 Haiku
Embara Embun Mimpi
karya: I Gusti Made Dwi Guna & Ira Diana

Buku langka? 

Haiga?

Pasti beberapa di antara kita bertanya-tanya, apa itu buku haiga? Mengapa langka? 

Sebelum menjelaskan mengenai buku haiga, kita bahas dahulu tentang haiku. Mengapa haiku? karena haiku erat kaitannya dengan haiga. Haiku adalah jenis puisi tradisional Jepang yang muncul pada abad ke dua puluh. Master haiku seperti Basho menggunakan aturan 5 suku kata pada baris pertama, 7 suku kata pada baris kedua dan 5 suku kata pada baris ketiga. Belakangan, banyak haiku-haiku yang tidak terlalu terpaku terhadap aturan-aturan itu lagi karena banyak pertimbangan. Beberapa unsur dalam haiku tradisional pun mulai ditinggalkan.

Haiku sendiri cukup dikenal di beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia. Komunitas haiku Indonesia pun cukup banyak. Kumpulan buku antologi haiku pun sudah banyak diterbitkan. Buku karya I Gusti Made Dwi Guna dan Ira Diana yang berjudul Embara Embun Mimpi ini merupakan buku kumpulan 101 haiku. Namun buku ini cukup berbeda dibandingkan buku yang sudah ada dan terbit di Indonesia. Buku antologi haiku ini dilengkapi ilustrasi menggunakan lukisan tangan menggunakan tinta Cina. Kombinasi haiku dan ilustrasi inilah yang kemudian disebut haiga.

Buku haiga di Indonesia, saat ini tidak banyak. Kalaupun ada, tidak full lukisan seperti buku karya Guna dan Ira tersebut. 

Makanya, sesuai judul, buku ini tergolong langka. Pencinta puisi tentu akan menikmati sekali puisi pendek tradisional Jepang ini dengan ilustrasi yang cantik. Membaca menjadi tidak membosankan. Atau setidaknya membacanya dengan penuh penghayatan dengan adanya ilustrasi.

Karena penulisnya berasal dari dua pulau berbeda di Indonesia tentu cita rasa yang disajikan pun berbeda. Guna lebih menyoroti alam dan pulau Bali khususnya. Sedangkan Ira, lebih ke panorama pulau sumatera tepatnya Bengkulu dan ada beberapa haiku yang berkaitan dengan pulau Jawa karena sekarang Ira tinggal di Jakarta. 

Selain itu, kolaborasi laki-laki dan wanita pun terasa di tulisan-tulisan haiku di buku tersebut. Ira, layaknya wanita lainnya, membuat sentuhan perasaan lebih terasa di haiku-haikunya. Hal ini terungkap dari penuturan kritikus yang memberi pengantar pada buku tersebut. Ira dikatakan memiliki imaji tenggelam atau imaji mengendap sebagai seorang haikuis alias “si pengamat alam yang mungil-mungil”

Narudin dalam pengantarnya di buku tersebut, menyampaikan bahwa Guna mempunyai bakat filosofis yang cukup bagus tatkala ia melukis, dan lukisan itu dijadikan rujukan haiku-haikunya dengan interpretasi yang lebih mendalam -sebut saja citra tenggelam (sunken image), yaitu imaji (daya bayang batin), Guna lebih spesifik wataknya dan memiliki penghayatan yang cenderung detail.

Membahas detail isi buku tersebut kiranya tidaklah pernah habis. Kita dapat saja membahas teks (haiku) maupun seni lukisan yang ada di sana, atau bahkan kaitan keduanya. Peluncuran buku antologi 101 haiku Guna dan Ira dilaksanakan di PSD HB Jassin Taman Ismail Marzuki pada 20 Januari 2018 mendatang. Layak kiranya Anda untuk hadir dan mendengarkan diskusi untuk buku yang tidak biasa ini. Selain undangan terbuka dan gratis itu, menurut informasi juga akan ada “haiga” yang disiapkan untuk dua puluh tamu yang registrasi di awal. Sungguh hadiah indah di awal tahun 2018 ini.




2017-10-11

Pertemuan Penulis Gerakan Literasi Nasional Tahap II: Sebuah Refleksi

10/11/2017 11:15:00 AM 5
Sesekali suara notifikasi whatsapp terdengar memecah kebisuan rutinitas. Grup penulis GLN 2017 itu masih terus ramai dan aktif. Para penulis GLN memang dikumpulkan kembali untuk menyelaraskan bahan bacaan yang sudah ditulis dan direvisi pada pertemuan Penulis GLN Tahap I. Pertemuan ke-II juga sekaligus menjadi ajang penyerahan hadiah bagi peserta yang lolos seleksi.


Dok. pribadi
Akhirnya, hadiah itu diterima juga, hehehe. Alhamdulillah. Sayembara kali ini memang cukup unik. Meskipun sudah dinyatakan lolos seleksi, penulis tetap berkewajiban merevisi naskahnya sendiri, seperti pernah saya tuliskan di artikel sebelumnya tentang Pertemuan penulis Gerakan Literasi Tahap I

Bagi para penulis, ini merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, kami diharuskan merevisi menggunakan software indesign. Masalah pun bermunculan, mulai laptop atau notebook yang tidak mendukung, sampai kekurangmahiran untuk mengoperasikannya. Maklum, software indesign cukup besar kapasitasnya, perlu laptop dengan memori lumayan.

Mau tidak mau, meskipun ada prinsip tugas penulis ya menulis, soal tata letak, grafika, dan lain-lain itu lain soal. Bekerja sama dengan pengatak (layouter) profesional pun jadi pilihan, meskipun terpaksa ngutang dulu untuk honor mereka, deu...

Kover buku cerita Markas Rumah Pohon sebelum dan sesudah revisi
Meskipun demikian, kepuasan hakiki adalah ketika naskah buku kami lolos seleksi dan akan dijadikan bahan bacaan bagi siswa dan masyarakat. Buku tersebut menurut rencana akan disebarkan ke seluruh Indonesia. 

Acara pertemuan penulis tahap ke-2 dalam rangka penyelarasan bahan bacaan literasi dengan slogan "Penulis Bahan Bacaan, Pencerah Masa Depan"tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Acara diselenggarakan di Hotel Santika TMII mulai tanggal 5—7 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan buku berdasarkan rekomendasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), serta memperkuat pemahaman penulis mengenai bacaan yang baik dan layak digunakan serta dapat menumbuhkan budi pekerti.



Sumber foto: badanbahasa.kemdikbud.go.id
Pertemuan ini dihadiri oleh 110 penulis dan berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan kegiatan dimeriahkan oleh Paduan Suara Labschool Jakarta dan penampilan dongeng anak, serta pemberian piagam penghargaan kepada pemenang sayembara secara simbolis untuk enam penulis, antara lain Zulfitra (Sumatra Barat, Jembatan Ratapan Ibu dan Kawa Daun), Rismawati (Aceh, Lanskap Negeri Saman), Tria Ayu K. (Yogyakarta, Batik Tambal untuk Kakek), Paskalina (Jakarta, Jajanan Tradisional Asli Indonesia), I Gusti Made Dwiguna (Bali, Nyoman Nuarta: Pematung Internasional yang Pantang Menyerah), Dzikri el Han (Papua, Cerita dari Lembah Baliem)

Penyediaan bahan bacaan literasi yang dilakukan oleh Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan pada tahun 2017, dilakukan melalui Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2017, dan telah menghasilkan bahan bacaan yang bertema lanskap dan perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, dan arsitektur tradisional Indonesia. Bahan bacaan tersebut telah melalui berbagai proses penilaian dan perbaikan. Saat ini, bahan bacaan tersebut sudah masuk pada tahap akhir penyelarasan buku berdasarkan hasil penilaian dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud. Semua proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan bahan bacaan yang layak bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. (badanbahasa.kemdikbud.go.id)

“Jika tahun lalu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sudah menerbitkan 165 buku bacaan cerita rakyat, tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sudah menyerahkan 226 buku bahan bacaan kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk dinilai, dan selanjutnya akan diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa jika lolos,” jelas Prof. Dr. Muhadjir Efendi, M.AP.


Ditambahkan bahwa dari 727 naskah yang masuk, telah terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunan bahasa Indonesia, dan aspek grafika. (badanbahasa.kemdikbud.go.id)

Menjadi bagian dari mereka, para penulis hebat itu, adalah sebuah anugerah tersendiri. Selain bangga dengan karya yang diapresiasi, pertemuan penulis tersebut juga sebagai wadah menimba ilmu dari para penulis lain. Terbentuklah forum-forum diskusi kecil yang membahas sastra, perbukuan, penerbitan, dan tetek bengeknya.





Para panitia kegiatan yang luar biasa
Acara sudah usai, buku sudah direvisi, hadiah pun sudah diterima. Namun silaturahim dan persahabatan harus tetap terjalin. Grup whatsapp Penulis GLN 2017 yang semula dibuat untuk memudahkan koordinasi antara panitia dengan peserta, diharapkan tetap ada untuk ajang silaturahmi dan diskusi antarpenulis GLN 2017. Satu harapan lagi, semoga kami bisa bersemuka lagi di ajang sayembara GLN tahun 2018. Amiiin.


2017-08-05

5 Cara Berhenti dari Bayang-Bayang Penulis Idola Kamu

8/05/2017 08:52:00 AM 11
Apakah Kamu ingin menjadi salah satu dari para penulis atau blogger paling berpengaruh di dunia?

Mungkin Kamu juga ingin menjadi Shakespeare berikutnya.

Namun, di mana-mana Kamu melihat ada ratusan penulis lain yang jauh lebih baik dari Kamu, lebih berbakat dan berpengalaman. Hal ini membuatmu perlu waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan sebagian kecil dari keterampilan yang mereka miliki.

Kamu pun akhirnya merasa lumpuh. Kamu merasa sangat terintimidasi oleh penulis lain sehingga Kamu bahkan tidak ingin mulai menulis sama sekali. Apa gunanya mencoba jika Kamu hanya akan dikuburkan di bawah lautan penulis yang lebih baik, bukan? 

Jadi, bagaimana Kamu mengatasi perasaan ini dan mulai menciptakan karyamu sendiri? Pertama, Kamu perlu tahu kebenaran tentang menulis.

1. Yakinilah bahwa Menulis itu Sederhana

Menulis hanya tentang melihat dunia, dan mengatakan apa yang Kamu lihat.

Yang Kamu butuhkan untuk menjadi seorang penulis yang baik adalah menjadi seorang pengamat. Lihatlah dunia di sekitar Kamu, dan tuliskan apa yang Kamu amati. Kata kunci di sini adalah dirimu sendiri.
 
Jika saat ini Kamu telah berpikir bahwa menulis itu rumit, bagaimana Kamu bisa memulai menuliskan gagasanmu sendiri?

2. Berhentilah Mencoba Menjadi Penulis Hebat

Apa saja yang bisa menghancurkan peluang Kamu untuk menjadi penulis yang baik? Cobalah untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu. Alasan mengapa Kamu diintimidasi oleh bayang-bayang penulis lain mungkin karena Kamu berpikir Kamu harus menjadi seperti mereka untuk menjadi seorang penulis yang baik.

Kamu mungkin berpikir bahwa cara terbaik untuk menjadi penulis yang hebat adalah membaca rutinitas harian Charles Dickens dan sejenisnya dan mengikuti setiap langkahnya. Kamu mungkin berpikir bahwa Kamu perlu membaca semua literatur klasik dan mengikuti setiap elemen dari gaya tulisan mereka.

Namun, tidak demikian adanya. Kamu tidak perlu mengubah dirimu menjadi seorang Hemingway atau Enid Blyton untuk menjadi penulis yang baik.

Mulailah mencoba untuk menjadi diri Kamu sendiri.

Itu saja yang Kamu butuhkan untuk menjadi penulis hebat.

Apa? Itu saja? Tidak ada strategi 25 langkah untuk itu?

Iya, nih.

Dunia tidak membutuhkan Shakespeare lagi. Shakespeare cukup satu yang mengisnpirasi. Dunia membutuhkan sesuatu yang baru, asli, dan otentik. Dan satu-satunya cara untuk membawa sesuatu yang baru ke dunia adalah jika Kamu menunjukkan cara unik bagaimana Kamu melihat dunia Kamu.

Menulis adalah tentang menunjukkan bagaimana Kamu melihat dunia, dan cara terbaik untuk menjadi penulis hebat adalah membawa sebanyak mungkin pandanganmu, gagasan-gagasanmu, ke dalam tulisan Kamu. Buatlah versi terbaik dari tulisanmu.

Semua penulis dan blogger terkenal, berada di jalur unik mereka sendiri. Kamu tidak perlu merasa diintimidasi oleh mereka, karena jalur Kamu sendiri masih terbuka bagi Kamu untuk berlomba dan menaklukkannya. Kamu pasti mengetahui bahwa penulis besar memberi tahu Kamu hal yang sama. Be yourself, Jadilah dirimu sendiri.

Lega? Mungkin tidak cukup. Mungkin Kamu masih berpikir Kamu mungkin tidak tahu semua elemen tentang menulis. Mungkin Kamu masih bingung karena berpikir, "Saya perlu tahu semua peraturan di buku tata bahasa sebelum saya mulai menulis."

3. Jangan Tunggu Sampai Kamu Mengetahui Semuanya untuk Mulai Menulis

Jika tidak, Kamu akan menunggu selamanya. Tidak akan pernah ada waktu ketika Kamu merasa sangat siap.

Jangan terlalu terfokus pada menyempurnakan teknik Kamu sehingga Kamu tidak lagi memperhatikan pentingnya konten tulisan. Kamu bisa memiliki tata bahasa tanpa cela dan menggunakan sinonim yang paling mewah, tapi jika konten Kamu tidak bagus, Kamu tidak akan bisa melangkah lebih jauh.
 
Seperti kata Joyce Carol Oates,

"Teknik memegang pembaca dari kalimat ke kalimat, tapi konten akan tetap ada dalam pikirannya."

Entah itu buku pertamamu atau posting blog pertamamu, mulailah menuliskannya. Kamu bisa mempelajari seluk-beluk tata bahasa seiring berjalannya waktu. Kamu akan menyempurnakan teknik menulis Kamu melalui latihan. Fokus saja untuk mengekspresikan gagasan unik Kamu terlebih dahulu.

Kemudian, inilah salah satu cara untuk tidak terlalu terpaku dalam menyempurnakan teknik menulis Kamu:
 
4. Kurangilah Intensitas Membaca Buku atau Tulisan Penulis idola Kamu

Saya tahu, ini adalah pendapat yang tidak populer, tapi perhatikanlah.

Jika membaca buku klasik setiap minggu membuat Kamu merasa terintimidasi saat menulis, mungkin Kamu bisa meletakkan buku itu sebentar.

Saya tahu semua orang memberitahu Kamu untuk membaca dan membaca dan ketika sudah selesai, baca lagi, tapi di satu sisi, Hal itu bisa membuat Kamu menulis dengan gaya yang bukan milik Kamu sendiri.

Pernahkah Kamu memulai sebuah proyek penulisan setelah menyelesaikan membaca buku tertentu dan menemukan diri Kamu menulis dengan gaya pengarang buku itu? Jika itu terjadi, itu artinya Kamu mulai meniru, memakai topeng dari penulis tersebut.

Mungkin, mungkin saja, Kamu perlu mencoba meninggalkan buku itu di rak selama seminggu penuh. Mungkin Kamu ingin menyimpan postingan blog itu di folder bookmark Kamu untuk sedikit lebih lama dan fokus pada pengembangan gaya Kamu sendiri terlebih dahulu. Fokus pada menemukan dan mengekspresikan tulisan unik Kamu sendiri alih-alih membiarkannya tertahan oleh tulisan-tulisan dalam buku yang Kamu baca.

5. Berhenti Terlalu banyak Berpikir, Mulailah Menulis
Kamu terlalu banyak memikirkan hal-hal. Itulah mengapa Kamu merasa lumpuh dan terintimidasi oleh kata-kata hebat penulis lain.

Hentikan. Mulailah menulis.

Lakukan sekarang juga. Buka dokumen baru atau buku catatan dan mulailah menulis buku itu atau posting yang telah Kamu tunda.

Lakukan saja dan berhenti merasa terintimidasi oleh karya penulis lain.

Masih ada banyak sekali ruang untukmu di dunia penulisan. Jangan biarkan rasa takut memberitahu Kamu sebaliknya. Silakan menjadi penulis hebat seperti tujuan Kamu.
 
Apakah Kamu memiliki cara lain tentang bagaimana menghentikan perasaan terintimidasi oleh penulis lain? Yuk, bagikan pemikiran Kamu dalam komentar.

===

 

2017-07-27

5 Cara untuk Menjelajahi Topik yang Ingin Anda Tulis

7/27/2017 12:07:00 PM 7
5 Cara untuk Menjelajahi Topik yang Ingin Anda Tulis
Begitu Anda memutuskan untuk menulis tentang sesuatu, wajar rasanya kalau Anda mulai merasa terbebani dengan volume gagasan yang membanjiri pikiran Anda. Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Menurut saya penting untuk menyadari bahwa menulis memberi kesempatan untuk mengeksplorasi kumpulan pengetahuan langka dan mempelajari sesuatu yang baru.

Sumber gambar: http://blog.triway.net.br
Mulai proses menulis Anda dari nol akan memberi Anda kesempatan untuk mempertajam kemampuan analitis dan tulisan Anda. Pada akhirnya, Anda akan menemukan sesuatu tentang diri Anda pada akhir proses. Sebelum mulai menulis, jelajahi topik melalui langkah-langkah berikut:
  • Buat daftar hal yang ingin Anda tulis; Ini adalah sesi brainstorming Anda. Luangkan waktu untuk itu. Biarkan pikiran Anda mengembara. Tulislah semuanya: pikiran, gagasan, perasaan. Terserah, Anda bisa menulis secara acak atau terorganisir, yang penting sesuai untuk Anda. Jangan khawatir dengan kata-kata yang Anda pilih. Menulislah secara bebas pada tahap ini.
  • Buatlah buku catatan penulis atau jurnal dan tuliskan pengalaman Anda mengenai topik yang Anda minati dan bagaimana perasaan Anda terhadapnya. Tuliskan apa yang telah Anda pelajari dari percakapan yang Anda alami dengan orang-orang yang berkecimpung seputar topik. Galilah topik melalui forum online atau offline yang mendiskusikan topik ini dan catatlah. Dari waktu ke waktu, baca jurnal Anda dan tuliskan wawasan baru. Jangan khawatir tentang tata bahasa dan ejaan. Buku catatan Anda adalah ruang pribadi Anda untuk merasa bebas.
  • Ajukan pertanyaan tentang topik.
Contoh:
Siapa atau tentang apa topik tersebut dan mengapa?
Mengapa saya tertarik dengan topik A, B atau C?
Informasi apa yang tersedia tentang topik ini?
Wawasan apa yang ingin saya tambahkan ke topik ini?
Apa yang terjadi dalam cerita ini?
Siapa yang menyebabkan tindakan dalam cerita ini (jika ada)?


Tuliskan jawaban Anda dan bandingkan dengan catatan / daftar sebelumnya yang Anda buat mengenai topik ini. Saat Anda membandingkan gagasan Anda, carilah persamaan, kontras, hubungan, dan pengulangan.
  • Kumpulkan daftar, pengalaman, gagasan dan wawasan Anda ke dalam kelompok; Ini disebut clustering secara tertulis. Anda dapat membuat tabel sederhana dengan kolom dan baris, dan mengelompokkan gagasan, pemikiran, dan pengamatan serupa di kolom terpisah. Anda juga dapat menggambar peta pikiran sederhana dengan lingkaran, kotak, atau empat persegi panjang, dan atur gagasan dan catatan topik Anda di dalamnya. Gunakan garis atau panah untuk menghubungkan kelompok terkait. Proses ini membantu Anda mengatur pemikiran Anda tentang masalah ini.
  • Menulis Bebas: Inilah gaya penulisan yang Anda gunakan saat melakukan brainstorming dan menjawab pertanyaan yang Anda tanyakan pada diri sendiri. Tuliskan pemikiran dan jangan khawatir apakah masuk akal atau tidak. Tulislah selama Anda membutuhkannya.
Denikianlah, melalui langkah-langkah ini akan Anda akan terbantu untuk mempersempit daftar topik Anda, menghasilkan gagasan untuk draf pertama Anda, dan menulis dengan yakin tentang topik yang Anda pilih.

Selamat menulis, apa pun dan di media mana pun.

Sumber Artikel: http://EzineArticles.com/9742032
Diterjemahkan dari artikel sumber berjudul: Five Ways to Explore Topics You Want to Write About

2017-05-18

Gratis Biaya Ongkir Buku di Kantor Pos

5/18/2017 09:01:00 AM 5
Gratis Biaya Ongkir Buku di Kantor Pos
Angin segar dihembuskan pemerintah untuk para penggiat literasi. Presiden Joko Widodo akhirnya menepati janjinya untuk menggratiskan biaya ongkos kirim buku pada hari tertentu melalui PT Pos Indonesia.

Upaya ini dilakukan demi mengurangi kesenjangan bahan bacaan masyarakat di ibukota atau kota besar dengan masyarakat di daerah. Masyarakat Indonesia sebenarnya melek dan tahu huruf, tetapi kurang membaca. Salah satu penyebabnya adalah karena pendistribusian bahan bacaan yang tidak merata. Akibatnya terjadilah kesenjangan bahan bacaan tersebut. Oleh karena itu, para penggiat literasi berusaha melakukan berbagai upaya untuk paling tidak mengurangi kesenjangan tersebut.

Dalam sebuah kesempatan diskusi dengan Presiden RI, para penggiat literasi mengeluhkan persoalan-persoalan teknik yang menyulitkan. Salah satunya adalah permasalahan ongkos kirim—dikenal dengan akronim ongkir; biaya yang harus dibayarkan ketika melakukan pengiriman barang—yang begitu tinggi untuk daerah-daerah yang berusaha mereka jangkau. Kenyataannya, ongkir sebuah buku bahkan lebih tinggi dari harga buku itu sendiri.

Presiden Jokowi akhirnya menanggapi masukan yang diberikan para penggiat literasi tersebut dan memberikan satu solusi yang mudah-mudahan dapat menyelesaikan permasalahan ini. Berikut berita lengkap tentang solusi dari Presiden Jokowi yang penulis kutip dari kompas.com.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo pernah berjanji akan menggratiskan biaya pengiriman buku pada hari tertentu setiap bulannya melalui PT Pos Indonesia.
Janji itu disampaikan di depan para pegiat literasi saat bertatap muka di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada Selasa (2/5/2017) lalu.
Pada Rabu (17/5/2017) ini, bertepatan dengan Hari Buku Nasional 2017, Presiden Jokowi menepati janjinya.
"Sesuai janji saya kepada seluruh pegiat literasi, setiap bulan kita bisa mengirimkan buku ke pelosok Tanah Air lewat kantor pos. Untuk bulan ini, (gratis) setiap tanggal 20," ujar Jokowi usai mendongeng di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Sementara, mulai bulan depan, pembebasan biaya pengiriman buku ke pelosok Indonesia akan berlaku setiap tanggal 17.
"Jangan terbalik ya. Bulan ini tanggal 20. Mulai bulan depan, setiap tanggal 17 gratis (mengirimkan buku melalui PT Pos Indonesia)," ujar Jokowi kembali menegaskan.
Semoga upaya pemerintah ini bisa menjadi solusi mengatasi kesenjangan bahan bacaan di Indonesia.

Ada info tambahan bahwa maksimal kiriman buku yang digratiskan adalah 10 kg. Informasi ini penulis dapatkan dari akun facebook Kang Ali Muakhir. Selengkapnya bisa dilihat di https://www.facebook.com/lineproalimuakhir/posts/1407149912661320 .

Semoga bermanfaat.

===
Sumber:

2017-03-01

Pengajuan Naskah Kategori Anak di Elex Media Komputindo

3/01/2017 08:29:00 AM 0
Pengajuan Naskah Kategori Anak di Elex Media Komputindo
Apa kabar sahabat? Semoga kabar baik selalu menyertai Anda. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang cara mengajukan naskah kategori Anak di penerbit Elexmedia Komputindo. Pasti sudah banyak yang tahu, dong, tentang penerbit tersebut.

Logo Elex Media Komputindo
Buku anak termasuk buku dengan oplah penjualan yang bagus. Meskipun saat ini sedang bergulir kasus buku anak yang menjadi sorotan masyarakat hingga Menteri, tentunya ini malah menjadi momen yang baik untuk menghasilkan buku anak yang berkualitas. 

Apa saja sih, syarat menerbitkan buku anak di Elexmedia? Yuk disimak dalam tulisan berikut.

Jenis-jenis Naskah yang Dibutuhkan
  1. Storybook/buku cerita bergambar berisi dongeng dunia ataupun dari Indonesia.
  2. Aktivitas belajar membaca, menulis, berhitung untuk anak-anak usia 3-6 tahun.
  3. Storybook/buku cerita bergambar bertema Islami.
  4. Coloring/mewarnai dengan berbagai tema yang cocok untuk anak-anak.
  5. Buku hobi dan keterampilan yang bisa dikerjakan sendiri oleh anak-anak.
  6. Buku-buku sains/pengetahuan berupa kumpulan fakta-fakta penting.
  7. Pengembangan karakter untuk anak-anak usia dini.
Syarat Pengajuan Naskah
  1. Naskah tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  2. Naskah sesuai dan menunjang perkembangan kepribadian dan intelektual anak.
  3. Bukan naskah terjemahan dari buku berbahasa asing apapun atau hasil menjiplak naskah/buku penulis lain.
  4. Bisa berupa kerangka karangan/tema/konsep buku yang akan ditulis berikut dengan sinopsis atau penjelasan kegunaan bukunya.
  5. Bisa berupa naskah lengkap (teks dan ilustrasi). Foto atau ilustrasi yang digunakan bukan hasil membajak atau menyalin (mengkopi) dari sumber-sumber yang memiliki hak cipta.
  6. Naskah bisa dikirim dalam bentuk hardcopy (cetakan) atau softcopy via email.
Proses Evaluasi Naskah
  1. Kerangka karangan/tema/konsep buku atau naskah lengkap yang dikirim ke meja redaksi akan dievaluasi dalam waktu 2 (dua) minggu sejak naskah diterima dan akan diinformasikan status naskahnya selambat-lambatnya sampai 1 (satu) bulan setelah diterima oleh redaksi.
  2. Bila dalam waktu tersebut belum mendapat kabar dari pihak redaksi, silakan menghubungi redaksi terkait.
  3. Naskah yang tidak diterbitkan oleh Elex Media akan dikembalikan ke penulis bila berupa hardcopy (cetakan).
Ketentuan Lain
Naskah yang diterima, masih dianggap sebagai naskah mentah dan akan melalui proses penyuntingan naskah. Dalam proses ini, naskah akan diperbaiki/dikoreksi atau ditambahkan ilustrasi dan penulis diminta juga untuk ikut memperbaiki/mengoreksi naskah tersebut.

Cara Mengirimkan Naskah
Anda dapat mengirimkan naskah sebagai berikut:
  1. Mengunggah melalui layanan ini.
  2. Dikirimkan via pos/kurir ke Redaksi Buku Anak PT Elex Media Komputindo, Gedung Gramedia lantai 2, Jl. Palmerah Barat no. 29-37 Jakarta 10270.
 =========Sumber Artikel: http://online.elexmedia.id/knowledgebase.php?article=6