Tampilkan postingan dengan label job. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label job. Tampilkan semua postingan

2023-12-07

Peluang Karir Online: Menjelajahi Dunia Lowongan Kerja Digital

12/07/2023 10:04:00 AM 0

Pada era digital ini, internet telah mengubah banyak aspek kehidupan kita, termasuk cara kita mencari dan mendapatkan pekerjaan. Lowongan kerja online menjadi salah satu metode yang semakin populer, membuka pintu kesempatan bagi para pencari kerja untuk menjelajahi peluang-peluang karir tanpa batasan geografis. Artikel ini akan membahas pentingnya lowongan kerja online dan memberikan beberapa contoh platform yang dapat membantu Anda menemukan pekerjaan impian Anda.




1. Kemudahan Akses


Salah satu keuntungan utama mencari pekerjaan secara online adalah kemudahan akses. Dengan menggunakan platform pencarian kerja online, seperti LinkedIn, Indeed, atau Jobstreet, Anda dapat mengakses ribuan lowongan kerja dari berbagai industri tanpa perlu meninggalkan rumah Anda. Proses ini memungkinkan pencari kerja untuk menghemat waktu dan tenaga, sambil tetap mendapatkan akses ke peluang-peluang pekerjaan terbaru.


Contoh:


Platform pencarian kerja online seperti LinkedIn menyediakan fitur pencarian yang canggih dan memberikan rekomendasi pekerjaan berdasarkan profil dan pengalaman Anda. Dengan mengoptimalkan profil Anda dan mengikuti perusahaan impian, Anda dapat secara proaktif mencari peluang pekerjaan yang sesuai.


2. Fleksibilitas Waktu


Lowongan kerja online seringkali menyediakan fleksibilitas waktu yang lebih besar. Banyak pekerjaan remote atau pekerjaan paruh waktu dapat ditemukan melalui platform online, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan pekerjaan dengan jadwal harian atau kebutuhan pribadi Anda. Ini menjadi solusi ideal bagi mereka yang mencari keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.


Contoh:


Platform freelancing seperti Upwork atau Fiverr memberikan peluang bagi pekerja lepas untuk menawarkan jasa mereka secara online. Dengan menjadi freelancer, Anda dapat mengatur waktu kerja Anda sendiri dan mengejar proyek-proyek yang sesuai dengan keahlian dan minat Anda.


3. Jangkauan Global


Salah satu keunggulan besar lowongan kerja online adalah jangkauan globalnya. Pencari kerja dapat dengan mudah mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan internasional tanpa terbatas oleh batasan geografis. Ini membuka pintu bagi kolaborasi lintas batas dan peluang untuk berkembang dalam lingkungan kerja multikultural.


Contoh:


Platform seperti Remote OK atau We Work Remotely menyediakan lowongan kerja khusus untuk pekerja remote. Dengan mendaftar di platform ini, Anda dapat mengeksplorasi pekerjaan dengan perusahaan-perusahaan di berbagai negara tanpa harus pindah tempat tinggal.


4. Proses Pencarian yang Efisien


Pencarian pekerjaan online juga memberikan keuntungan efisiensi dalam proses seleksi. Banyak perusahaan menggunakan sistem manajemen pelamar online untuk menyaring dan mengevaluasi calon karyawan. Hal ini membuat proses seleksi menjadi lebih cepat dan efisien, mempercepat waktu antara pengajuan lamaran hingga penerimaan pekerjaan.


Contoh:


Perusahaan-perusahaan besar seperti Google atau Microsoft sering menggunakan portal karir online mereka sendiri untuk menerima lamaran dan mengelola proses penerimaan. Dengan melibatkan teknologi, mereka dapat melakukan seleksi awal secara otomatis berdasarkan kriteria tertentu.


Kesimpulan:


Dengan meningkatnya penggunaan teknologi, mencari pekerjaan secara online telah menjadi langkah yang penting dalam meraih kesuksesan karir. Dengan memahami keuntungan dan menggunakan platform yang tepat, Anda dapat menjelajahi dunia lowongan kerja digital dan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan aspirasi Anda. Jangan ragu untuk memanfaatkan keberagaman peluang karir online yang tersedia dan membangun karir impian Anda!

2017-08-20

Blog yang Diminati untuk Job Review

8/20/2017 12:32:00 AM 8
Profesi blogger bukan lagi profesi yang dipandang sebelah mata. Beberapa orang bahkan sudah memantapkan diri menjadi full time blogger, blogger profesional, yang menjadikan blog-nya sumber utama  income.  

Sebenarnya, bagaimana seorang blogger bisa mendapatkan income dari blog-nya? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah: banyak sekali. Cara paling umum adalah dengan iklan. Ya, beragam platform iklan bisa dipilih oleh blogger untuk diterapkan di blog-nya. 

Saat ini, salah satu cara untuk menghasilkan uang dari blog adalah dengan job review. Jadi, intinya seorang blogger me-review sebuah produk yang diiklankan oleh pemesan. Semacam endorse lah kalau untuk artis-artis. Namun, blogger lebih menekankan keunggulan sebuah produk melalui tulisan artikelnya. Tentu dengan pernak-pernik foto dan infografis yang indah dan memukau.
blog yang dicari untuk job review

Bagaimana sih agar blog kita bisa mendapatkan job review?

Gampang-gampang  susah untuk menjawab pertanyaan ini. Berbagai artikel tentang seluk-beluk job review sudah banyak yang membahas tentang hal itu. Coba baca di artikel saya yaitu 7 Cara agar Blog Dilirik oleh Pemilik Brand.

Menurut saya pribadi, kualitas blog adalah kuncinya. Selayaknya seleksi alam, maka yang terbaik yang akan bertahan di garda terdepan, hehehe.

Perbaiki kualitas artikel, perjelas niche atau kategori blog, tingkatkan SEO, itu adalah beberapa langkah meningkatkan kualitas blog. Dan, tidak ada sesuatu yang bagus yang muncul secara instan. Semuanya perlu proses untuk bertahan, perlu tahan banting, tahan bosan, dan tahan jenuh karena persaingan blog yang semakin menakutkan, buahahaha.  Paling tidak, butuh waktu untuk mewujudkan itu semua.

Jangan mimpi akan banjir job review kalau blog masih baru dengan kualitas yang alakadarnya. Calon pemberi job review tentu mempunyai tim khusus untuk menyeleksi kelayakan sebuah blog untuk menerima job review. Rugi dong kalau asal-asalan menaruh iklan. 

Ibarat memasang iklan di televisi, pastilah pemasang iklan lebih memilih memasang iklan di stasiun televisi yang bonafit, pada jam prime time pula, karena pemirsanya pasti banyak.  
Salah satu rahasia blog yang disukai oleh pemberi job review adalah blog yang ‘alami’. Alami dalam artian artikel-artikel yang ada di blog tersebut memang sesuai dengan jiwa pemiliknya. Begini, setiap orang pasti memiliki ketertarikan atau hobi masing-masing. Nah, blog yang alami akan mencerminkan ketertarikan tersebut. Memang sih, ada yang suka menulis topik general/umum. Namun, lambat laun akan kelihatan kok interest-nya ada di topik apa saja. 

Atau, meskipun niche atau kategori blognya masih umum, tetapi blogger yang berkualitas akan bekerja total menggarap blognya. Hal itu tergambar misalnya dari tulisannya yang bernas dan berciri khas, lengkap dengan infografis dan visualisasi yang mendukung.  Minimal artikelnya juga berisi 300—500 kata. 

Akhirnya, setiap blogger bisa memilih jalannya masing-masing (jiaah..). Bisa saja kok memanfaatkan cara yang instan untuk membangun blognya seperti menggunakan jasa SEO, jasa penulisan artikel, dan jasa-jasa lainnya seputar dunia blogging yang banyak bertebaran di dunia maya. Sah-sah saja jasa-jasa tersebut untuk dimanfaatkan. Asal jangan menggunakan cara haram semacam plagiat artikel atau konten blog orang lain, lho, ya. Jangan sampai, deh. Nggak berkah juga nanti hasil yang didapatkan.

Baca juga:

2017-08-16

5 Kesalahan Saat Wawancara Kerja (2)

8/16/2017 09:12:00 AM 3
Oke, melanjutkan dari artikel 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (1), kali ini saya mencoba meuliskan tentang 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (2). Bagi banyak orang, wawancara dirasakan sebagai satu-satunya bagian proses pencarian pekerjaan yang paling menegangkan dan mengkhawatirkan. Berikut ini hal-hal yang harus dihindari saat wawancara kerja.
 

1. Menyepelekan Proses Wawancara
Jangan sampai disepelekan, ya. Cobalah praktik lebih dulu. Buat terlebih dulu daftar pertanyaan wawancara umum dan lakukan latihan wawancara. Berlatihlah sampai Anda merasa menguasainya.

2. Menjadi Orang Lain

Jadilah dirimu sendiri dan jujurlah! Jangan berpura-pura mengerti pertanyaan yang diajukan jika sebenarnya tidak. Jika Anda tidak tahu jawaban, katakan begitu. Tenang dan jadilah dirimu sendiri. Pasti hasilnya akan lebih baik.


3. Tidak Mendengarkan Pertanyaan dengan Baik
Fokuslah pada pertanyaan yang sedang ditanyakan. Tidak apa-apa untuk menjeda dan mengumpulkan pikiran Anda sebelum menjawab sebuah pertanyaan. Berikan perhatian khusus pada hal-hal teknis atau proses kerja yang unik bagi perusahaan. Pewawancara mungkin telah memberikan informasi yang Anda perlukan untuk menjawab pertanyaan tadi dalam percakapan. Pewawancara akan mencari kemampuan Anda untuk menganalisis informasi baru, mempertahankannya, dan yang terpenting, pahami bahwa informasi itu berguna untuk Anda nanti dalam wawancara.

4. Tidak Memberikan Uraian yang Memadai.

Saat menjawab pertanyaan, pertanyaan teknis atau pemecahan masalah teknis, luangkan waktu untuk "membicarakan" proses pemikiran Anda. Perekrut lebih tertarik melihat bagaimana pikiran Anda bekerja dan mencoba menguraikan jenis masalah tertentu, daripada pada jawabannya sendiri. Verbalisasikan pemikiran Anda dengan baik.

5. Kurang Antusias

Pertahankan kontak mata, sambut pewawancara sambil tersenyum dan jabat tangan yang kuat (tidak terlalu lemah, tidak terlalu kuat), dan tunjukkan kesopanan. Jangan takut untuk menampilkan gairah Anda untuk pekerjaan yang sedang diperjuangkan dan untuk menunjukkan kepercayaan diri.

Demikianlah 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (2) yang bisa saya tuliskan. Anda ingin menambahkan kesalahan-kesalahan yang lain? Silakan berbagi di komentar, ya. 
 
Baca juga:
 
 

2017-08-14

5 Kesalahan Saat Wawancara Kerja (1)

8/14/2017 04:04:00 PM 2
Bagi sebagian besar orang, wawancara menjadi satu-satunya bagian proses pencarian pekerjaan yang paling menegangkan. Sejumlah hal bisa salah, dan salah satu kunci kesuksesan adalah menghindari kesalahan-kesalahan yang sebenarnya sederhana. Berikut ini adalah daftar 5 kesalahan saat wawancara kerja yang paling umum dilakukan saat seseorang mengikuti proses wawancara/interview.
 

1. Gagal Meneliti Perusahaan dengan Baik

Pihak perusahaan pasti mengharapkan kandidat pelamar kerja untuk meluangkan waktu guna meneliti dan membaca tentang perusahaan mereka. Lakukan PR Anda tersebut sebelum wawancara; Galilah sebanyak-banyaknya informasi sehingga Anda benar-benar tahu apa saja yang sudah dilakukan perusahaan dan siapa pesaing mereka. Jika Anda belum meluangkan waktu untuk meninjau situs web perusahaan dan memahami apa yang mereka rekrut, maka itu artinya Anda mengurangi kesempatan Anda untuk berhasil melewati proses wawancara.

2. Tidak Mampu Menunjukkan Potensi Diri.

Kenali deskripsi pekerjaan sehingga Anda bisa memanfaatkan pengalaman, bakat, kekuatan dan kemampuan Anda untuk terhubung dengan kebutuhan perusahaan. Tunjukkan bahwa Anda cocok dengan pekerjaan itu.

3. Tidak Mem-branding Diri dengan Benar

Tunjukkan diri Anda. Apa saja yang membuat Anda berbeda dari orang lain? Kenali kekuatan dan pencapaian utama Anda saat mereka berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar dan perusahaan.

Baca juga: 
4. Tidak Komunikatif

Mintalah izin mengajukan beberapa pertanyaan cerdas untuk diajukan kepada perekrut, misalnya tentang hak dan kewajiban Anda jika diterima. Tidak apa-apa (itu benar-benar memberi kesan positif kepada perekrut) agar mereka menulis terlebih dahulu dan merujuknya pada waktu yang tepat. Wawancara adalah pertukaran informasi, dan dengan mengajukan pertanyaan menunjukkan bahwa Anda mempersiapkan wawancara dengan baik.

5. Tidak Memerhatikan Busana untuk Wawancara
Keprofesionalan Anda tersermin dari busana Anda. Setidaknya seperti itu. Ingatlah bahwa segala sesuatu seperti: penampilan Anda, nada suara Anda, dan perilaku Anda sangat berkontribusi pada kesan (positif atau negatif) yang Anda buat. Jadilah rapi - kenakan busana yang rapi dan bersepatu. Hargai diri Anda dengan menggunakan busana yang sesuai. 


2017-08-08

6 Sumber Informasi Lowongan Kerja

8/08/2017 08:00:00 AM 8
Selamat untuk Anda yang baru saja lulus dan menjadi fresh graduate dari perguruan tinggi. Tentu ada dua sisi dalam kehidupan Anda sekarang. Sisi pertama, berisi kegembiraan dan kebanggaan karena berhasil mengentaskan diri dari dunia pendidikan. Sisi kedua, berisi kekhawatiran, kecemasan, dan juga kebingungan akan kelanjutan jalan hidup Anda. Bagi Anda yang memiliki cukup dana, tentu bukan soal apabila ingin melanjutkan pendidikan setinggi apapun. Namun, bila Anda hanya memiliki dana yang pas-pasan –untuk tidak dikatakan kurang- tentu lowongan pekerjaan menjadi hal yang paling Anda cari. Meskipun, ada juga yang memilih berwiraswasta, menjadi pengusaha mandiri, tanpa harus bersusah-susah mencari pekerjaan lagi.


Memang, menjadi pengangguran adalah momok yang menakutkan dan memalukan bagi siapa saja. Orang yang masih menganggur seakan tidak memiliki daya dan upaya, seakan menjadi orang yang madesu (masa depan suram). Karena itulah, dengan segala cara orang berusaha mencari lowongan pekerjaan untuk tidak dikatakan menganggur.
Sampai saat ini, kecenderungan masyarakat Indonesia untuk mencari informasi lowongan pekerjaan masih sangat tinggi. Masyarakat masih mengandalkan informasi lowongan kerja sebagai sarana mencari bidang pekerjaan yang paling diminati. Meskipun pemerintah terus berupaya menggalakkan program wirausaha mandiri, hasilnya tak berbanding lurus dengan jumlah pencari kerja yang masih saja tinggi.
Tidak dapat dipungkiri, untuk menjadi seorang wirausahawan dibutuhkan dedikasi, loyalitas, dan kemampuan manajerial yang baik. Keberanian untuk memulai suatu usaha baru juga sangat perlu. Tak pelak, informasi lowongan pekerjaan akhirnya menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin mecari kerja sesuai bidang keahlian masing-masing.

Informasi lowongan pekerjaan bisa didapatkan dari mana saja. Perkembangan teknologi semakin memudahkan orang mencari informasi jenis pekerjaan yang cocok untuk dirinya. Berikut ini adalah 6 Sumber informasi lowongan kerja yang bisa Anda jadikan acuan.
1. Media Cetak
Media cetak, terutama koran, adalah media yang paling umum digunakan masyarakat untuk mencari informasi penawaran kerja. Koran menjadi media paling merakyat karena menjangkau segala lapisan masyarakat. Biasanya info dunia kerja ada di rubrik weekend.
2. Media Elektronik
Televisi dan radio terkadang menyiarkan iklan penawaran pekerjaan. Intensitasnya tentu sangat rendah jika dibandingkan media lain.
3. Media Online
Di era internet seperti sekarang, mencari informasi tentang pekerjaan secara online menjadi solusi cepat dan tepat. Dibanding media massa cetak, media online lebih fleksibel menginformasikan pekerjaan. Media online bisa diakses kapan pun. Informasi yang disediakan juga jauh lebih banyak dan lebih update. Kita tinggal mengetikkan jenis pekerjaan yang kita inginkan di search engine atau lewat situs tertentu. Hanya saja diperlukan ketelitian ekstra agar tidak tertipu oleh pembuat iklan yang tidak bertanggung jawab.
4. Pengumuman
Seringkali perusahaan dan instansi menyebarkan pengumuman penawaran pekerjaan di papan pengumuman umum atau di kampus-kampus.
5. Bursa Kerja
Jangan melewatkan kesempatan berkunjung jika ada bursa kerja. Di bursa kerja kita lebih leluasa memilih pekerjaan karena beberapa perusahaan berkumpul dan menawarkan pekerjaan kepada pengunjung.
6. Pihak Tertentu
Informasi pekerjaan bisa juga kita dapatkan dari pihak-pihak tertentu yang bisa kita percaya. Saudara, tetangga, teman, dan kenalan bisa menjadi sumber informasi yang sangat berharga. Kita harus menjaga hubungan dengan baik agar kesempatan-kesempatan emas tidak terlewatkan.
Beragam media penyampai informasi pekerjaan yang telah tersebut di atas bisa kita jadikan tempat mencari pekerjaan yang paling sesuai dengan minat dan keahlian kita. Setelah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai, kita mesti mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk berkompetisi mendapatkan pekerjaan tersebut. Perlu kita sadari, bisa jadi ada ratusan orang lain yang menginginkan posisi serupa. Persiapkan segala persyaratan dan patuhi ketentuan-ketentuan yang ada. Menjadi orang yang disiplin dan tertib administrasi akan sangat membantu kita meraih kesuksesan.

2017-08-07

5 Cara Selektif Memilah dan Memilih Informasi Lowongan kerja

8/07/2017 08:00:00 AM 7
Di era sekarang ini, informasi tentang lowongan pekerjaan banyak bertebaran di berbagai media massa, entah itu cetak maupun elektronik. Hampir setiap hari ada saja informasi pekerjaan yang ditawarkan oleh instansi, perusahaan, maupun perorangan. 
Sebagai penerima informasi yang cerdas, kita dituntut selektif menanggapi seliweran informasi yang setiap waktu hadir menghampiri kita. 
Berikut adalah 5 Cara Selektif Memilah dan Memilih Informasi Lowongan kerja yang perlu diperhatikan ketika mendapatkan informasi tawaran pekerjaan.

1. Cermati Informasi Penawaran Kerja
Informasi berbentuk iklan penawaran pekerja harus benar-benar dicermati secara mendalam agar kita tidak tertipu dan dirugikan. Sebagai contoh kecil, ada orang yang merasa tertipu oleh iklan setelah melamar di sebuah perusahaan. Dalam iklan tersebut dikatakan posisi yang ditawarkan oleh perusahaan adalah manajer marketing/pemasaran. Ketika pelamar dinyatakan diterima dan mulai bekerja di perusahaan tersebut, kenyataan sungguh jauh dari yang diangankan. Bukan posisi manajer marketing yang ditempati melainkan hanya salesman biasa. Jangan sampai cerita-cerita seperti itu terus bermunculan gara-gara kita tidak selektif dalam menerima informasi tawaran pekerjaan seperti itu. Sekali lagi kita harus selektif menerima informasi lowongan kerja sungguhan maupun lowongan kerja abal-abal.

Sumber gambar: http://lowongan.bagibagiinfo.net

2. Memilih Iklan Lowongan Pekerjaan Berdasarkan Keahlian
Persoalan lain yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana memilah informasi/iklan lowongan pekerjaan berdasarkan keahlian yang kita miliki. Kita tidak perlu memaksakan diri ikut melamar sebuah pekerjaan jika kita memang bukan ahli di bidang pekerjaan tersebut. Andaikata nanti bisa lolos seleksi dan masuk kerja, etos kerja kita akan tampak jauh lebih rendah dibanding rekan kerja yang lain. Hal tersebut tentu mengurangi posisi tawar kita di hadapan pimpinan atau bos. Tidak ada sesuatu yang istimewa bisa kita persembahkan untuk instansi atau perusahaan karena kita hanya melakoni rutinitas tanpa inisiatif.

3. Pertimbangkan Penghasilan
Gaji atau honor pun patut menjadi perhatian. Kita harus menyadari bahwa kita perlu income yang sepadan dengan pekerjaan kita. Semenarik apapun pekerjaan yang ditawarkan, apabila honornya tidak sesuai yang diharapkan tentu lebih baik tidak diambil. Lain halnya apabila pekerjaan itu adalah usaha mandiri kita yang baru berdiri, memang akan banyak rintangan dan hambatan di awal. Laba belum bisa kita peroleh secara maksimal. Namun, lambat laun jika usaha kita berkembang tentu kita akan menuai hasil seperti yang kita harapkan.

4. Pertimbangkan Jarak ke Lokasi Kerja
Jarak/lokasi tempat kerja juga perlu dipertimbangkan ketika menerima tawaran pekerjaan. Jarak tempat kerja yang terlalu jauh dari rumah kita akan memberikan banyak problem bagi kita. Selain menghambat poduktivitas kerja kita, jarak yang terlalu jauh akan membuat jumlah anggaran pengeluaran untuk transportasi juga semakin melambung. Hal tersebut dari sisi ekonomis tentu kurang menguntungkan. Fisik juga akan semakin terkuras karena perjalanan yang terlalu jauh. Akan tetapi problem ini bisa disiasati dengan cara indekos atau mengontrak di lokasi yang tak jauh dari tempat kerja. Meskipun apabila dilihat lagi dari sisi ekonomis akan membuat pos pengeluaran lagi untuk biaya tinggal indekos atau kontrak. Hanya saja, bila tidak ada pilihan lain selain bekerja di tempat yang jauh dari rumah maka problem-problem itu bisa sedikit ‘dikesampingkan’, tentu saja dengan catatan income yang kita dapatkan sepadan dengan pengorbanan kita.

5. Perhatikan Faktor Kelayakan/Kepantasan
Faktor kelayakan/kepantasan juga menjadi salah satu bahan pertimbangan. Ketika mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, kita perlu menganalisis layak atau tidaknya pekerjaan itu kita lakukan. Memang hal ini bukan prinsip karena bisa jadi faktor kelayakan tidak berlaku ketika seseorang sudah kepepet tidak memiliki pekerjaan. Apa saja bisa dikerjakan asalkan menghasilkan keuntungan. Akan tetapi, bagi sebagian orang, faktor ini adalah faktor penting. Harga diri menjadi alasan utama untuk mempertimbangkan faktor ini. Di sisi lain, kita mesti salut pada orang-orang yang mau melakukan kerja apa saja untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Tentu kita pernah menemukan berita di media massa yang menyebutkan seorang guru yang nyambi menjadi pemulung, tukang parkir, bahkan penjual sosis.

Jadi pilihan ada di tangan Anda. Anda punya cara lain? Yuk, dibagikan di komentar...