Tampilkan postingan dengan label job review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label job review. Tampilkan semua postingan

2017-08-20

Blog yang Diminati untuk Job Review

8/20/2017 12:32:00 AM 8
Profesi blogger bukan lagi profesi yang dipandang sebelah mata. Beberapa orang bahkan sudah memantapkan diri menjadi full time blogger, blogger profesional, yang menjadikan blog-nya sumber utama  income.  

Sebenarnya, bagaimana seorang blogger bisa mendapatkan income dari blog-nya? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah: banyak sekali. Cara paling umum adalah dengan iklan. Ya, beragam platform iklan bisa dipilih oleh blogger untuk diterapkan di blog-nya. 

Saat ini, salah satu cara untuk menghasilkan uang dari blog adalah dengan job review. Jadi, intinya seorang blogger me-review sebuah produk yang diiklankan oleh pemesan. Semacam endorse lah kalau untuk artis-artis. Namun, blogger lebih menekankan keunggulan sebuah produk melalui tulisan artikelnya. Tentu dengan pernak-pernik foto dan infografis yang indah dan memukau.
blog yang dicari untuk job review

Bagaimana sih agar blog kita bisa mendapatkan job review?

Gampang-gampang  susah untuk menjawab pertanyaan ini. Berbagai artikel tentang seluk-beluk job review sudah banyak yang membahas tentang hal itu. Coba baca di artikel saya yaitu 7 Cara agar Blog Dilirik oleh Pemilik Brand.

Menurut saya pribadi, kualitas blog adalah kuncinya. Selayaknya seleksi alam, maka yang terbaik yang akan bertahan di garda terdepan, hehehe.

Perbaiki kualitas artikel, perjelas niche atau kategori blog, tingkatkan SEO, itu adalah beberapa langkah meningkatkan kualitas blog. Dan, tidak ada sesuatu yang bagus yang muncul secara instan. Semuanya perlu proses untuk bertahan, perlu tahan banting, tahan bosan, dan tahan jenuh karena persaingan blog yang semakin menakutkan, buahahaha.  Paling tidak, butuh waktu untuk mewujudkan itu semua.

Jangan mimpi akan banjir job review kalau blog masih baru dengan kualitas yang alakadarnya. Calon pemberi job review tentu mempunyai tim khusus untuk menyeleksi kelayakan sebuah blog untuk menerima job review. Rugi dong kalau asal-asalan menaruh iklan. 

Ibarat memasang iklan di televisi, pastilah pemasang iklan lebih memilih memasang iklan di stasiun televisi yang bonafit, pada jam prime time pula, karena pemirsanya pasti banyak.  
Salah satu rahasia blog yang disukai oleh pemberi job review adalah blog yang ‘alami’. Alami dalam artian artikel-artikel yang ada di blog tersebut memang sesuai dengan jiwa pemiliknya. Begini, setiap orang pasti memiliki ketertarikan atau hobi masing-masing. Nah, blog yang alami akan mencerminkan ketertarikan tersebut. Memang sih, ada yang suka menulis topik general/umum. Namun, lambat laun akan kelihatan kok interest-nya ada di topik apa saja. 

Atau, meskipun niche atau kategori blognya masih umum, tetapi blogger yang berkualitas akan bekerja total menggarap blognya. Hal itu tergambar misalnya dari tulisannya yang bernas dan berciri khas, lengkap dengan infografis dan visualisasi yang mendukung.  Minimal artikelnya juga berisi 300—500 kata. 

Akhirnya, setiap blogger bisa memilih jalannya masing-masing (jiaah..). Bisa saja kok memanfaatkan cara yang instan untuk membangun blognya seperti menggunakan jasa SEO, jasa penulisan artikel, dan jasa-jasa lainnya seputar dunia blogging yang banyak bertebaran di dunia maya. Sah-sah saja jasa-jasa tersebut untuk dimanfaatkan. Asal jangan menggunakan cara haram semacam plagiat artikel atau konten blog orang lain, lho, ya. Jangan sampai, deh. Nggak berkah juga nanti hasil yang didapatkan.

Baca juga:

2017-08-16

5 Kesalahan Saat Wawancara Kerja (2)

8/16/2017 09:12:00 AM 3
Oke, melanjutkan dari artikel 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (1), kali ini saya mencoba meuliskan tentang 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (2). Bagi banyak orang, wawancara dirasakan sebagai satu-satunya bagian proses pencarian pekerjaan yang paling menegangkan dan mengkhawatirkan. Berikut ini hal-hal yang harus dihindari saat wawancara kerja.
 

1. Menyepelekan Proses Wawancara
Jangan sampai disepelekan, ya. Cobalah praktik lebih dulu. Buat terlebih dulu daftar pertanyaan wawancara umum dan lakukan latihan wawancara. Berlatihlah sampai Anda merasa menguasainya.

2. Menjadi Orang Lain

Jadilah dirimu sendiri dan jujurlah! Jangan berpura-pura mengerti pertanyaan yang diajukan jika sebenarnya tidak. Jika Anda tidak tahu jawaban, katakan begitu. Tenang dan jadilah dirimu sendiri. Pasti hasilnya akan lebih baik.


3. Tidak Mendengarkan Pertanyaan dengan Baik
Fokuslah pada pertanyaan yang sedang ditanyakan. Tidak apa-apa untuk menjeda dan mengumpulkan pikiran Anda sebelum menjawab sebuah pertanyaan. Berikan perhatian khusus pada hal-hal teknis atau proses kerja yang unik bagi perusahaan. Pewawancara mungkin telah memberikan informasi yang Anda perlukan untuk menjawab pertanyaan tadi dalam percakapan. Pewawancara akan mencari kemampuan Anda untuk menganalisis informasi baru, mempertahankannya, dan yang terpenting, pahami bahwa informasi itu berguna untuk Anda nanti dalam wawancara.

4. Tidak Memberikan Uraian yang Memadai.

Saat menjawab pertanyaan, pertanyaan teknis atau pemecahan masalah teknis, luangkan waktu untuk "membicarakan" proses pemikiran Anda. Perekrut lebih tertarik melihat bagaimana pikiran Anda bekerja dan mencoba menguraikan jenis masalah tertentu, daripada pada jawabannya sendiri. Verbalisasikan pemikiran Anda dengan baik.

5. Kurang Antusias

Pertahankan kontak mata, sambut pewawancara sambil tersenyum dan jabat tangan yang kuat (tidak terlalu lemah, tidak terlalu kuat), dan tunjukkan kesopanan. Jangan takut untuk menampilkan gairah Anda untuk pekerjaan yang sedang diperjuangkan dan untuk menunjukkan kepercayaan diri.

Demikianlah 5 Kesalahan saat Wawancara Kerja (2) yang bisa saya tuliskan. Anda ingin menambahkan kesalahan-kesalahan yang lain? Silakan berbagi di komentar, ya. 
 
Baca juga:
 
 

2017-08-14

5 Kesalahan Saat Wawancara Kerja (1)

8/14/2017 04:04:00 PM 2
Bagi sebagian besar orang, wawancara menjadi satu-satunya bagian proses pencarian pekerjaan yang paling menegangkan. Sejumlah hal bisa salah, dan salah satu kunci kesuksesan adalah menghindari kesalahan-kesalahan yang sebenarnya sederhana. Berikut ini adalah daftar 5 kesalahan saat wawancara kerja yang paling umum dilakukan saat seseorang mengikuti proses wawancara/interview.
 

1. Gagal Meneliti Perusahaan dengan Baik

Pihak perusahaan pasti mengharapkan kandidat pelamar kerja untuk meluangkan waktu guna meneliti dan membaca tentang perusahaan mereka. Lakukan PR Anda tersebut sebelum wawancara; Galilah sebanyak-banyaknya informasi sehingga Anda benar-benar tahu apa saja yang sudah dilakukan perusahaan dan siapa pesaing mereka. Jika Anda belum meluangkan waktu untuk meninjau situs web perusahaan dan memahami apa yang mereka rekrut, maka itu artinya Anda mengurangi kesempatan Anda untuk berhasil melewati proses wawancara.

2. Tidak Mampu Menunjukkan Potensi Diri.

Kenali deskripsi pekerjaan sehingga Anda bisa memanfaatkan pengalaman, bakat, kekuatan dan kemampuan Anda untuk terhubung dengan kebutuhan perusahaan. Tunjukkan bahwa Anda cocok dengan pekerjaan itu.

3. Tidak Mem-branding Diri dengan Benar

Tunjukkan diri Anda. Apa saja yang membuat Anda berbeda dari orang lain? Kenali kekuatan dan pencapaian utama Anda saat mereka berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar dan perusahaan.

Baca juga: 
4. Tidak Komunikatif

Mintalah izin mengajukan beberapa pertanyaan cerdas untuk diajukan kepada perekrut, misalnya tentang hak dan kewajiban Anda jika diterima. Tidak apa-apa (itu benar-benar memberi kesan positif kepada perekrut) agar mereka menulis terlebih dahulu dan merujuknya pada waktu yang tepat. Wawancara adalah pertukaran informasi, dan dengan mengajukan pertanyaan menunjukkan bahwa Anda mempersiapkan wawancara dengan baik.

5. Tidak Memerhatikan Busana untuk Wawancara
Keprofesionalan Anda tersermin dari busana Anda. Setidaknya seperti itu. Ingatlah bahwa segala sesuatu seperti: penampilan Anda, nada suara Anda, dan perilaku Anda sangat berkontribusi pada kesan (positif atau negatif) yang Anda buat. Jadilah rapi - kenakan busana yang rapi dan bersepatu. Hargai diri Anda dengan menggunakan busana yang sesuai. 


2017-08-03

7 Cara agar Blog Dilirik oleh Pemilik Brand

8/03/2017 12:50:00 PM 12
Apa kabar? Semoga Anda tetap dalam keadaan terbaik dalam lindungan-Nya.

Saat ini, tren job review di kalangan blogger semakin marak. Para blogger mendapat berkah dari semakin banyaknya penawaran job review dari berbagai merek. Berkampanye atau beriklan melalui blog adalah salah satu cara efektif untuk memopulerkan produk tertentu. Walaupun sebenarnya ini bukan cara yang baru, tetapi tren-nya masih positif dan cenderung naik secara signifikan.

Job review menjadi ceruk rezeki tersendiri bagi para pengeblog.  Untuk itu, mereka berusaha kontinyu untuk memperbaiki kualitas blog masing-masing. Sebagai seorang blogger dan sekaligus influencer atau publisher (istilah untuk pemilik blog penayang iklan), tentu ada cara-cara tersendiri agar blog kerap dilirik oleh pemilik merek untuk menayangkan iklannya.

Sebagai nubie, saya pun masih terus mencoba dan berusaha dan bersaing untuk bisa bekerja sama dengan pemegang merek. Bagaimanapun, mengelola kampanye blogger atas nama merek tertentu adalah pengalaman yang sama sekali berbeda dari menjual dan memasang ruang iklan di blog. Sependek yang saya tahu dari berbagai sumber, sebagai seorang blogger dan influencer, ada banyak cara untuk bermitra dengan pemegang merek tertentu, seperti:   

  • menghadiri peluncuran produk,
  • menjadi host acara,
  • mengulas (review) produk,
  • giveaway / berbagi hadiah,
  • medsos kontes,
  • ruang iklan sponsor (ads),
  • posting/share media sosial yang disponsori,
  • afiliasi / rujukan,
  • posting tamu (guest post)
  • duta merek (brand ambassadors)
  • posting konten/video sponsor
Nah, banyak pilihan, bukan? Anda tinggal pilih menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. 

Selanjutnya, apa saja cara terbaik untuk bisa bekerja sama dengan merek tertentu yang Anda bidik? Berikut adalah 7 cara agar blog dilirik oleh pemilik merek:

1. Mudah Dihubungi
Buatlah emilik merek mudah untuk menghubungi Anda. Anda harus memiliki alamat email atau formulir kontak di blog Anda khusus untuk peluang produk review/bisnis. Jangan ragu untuk memasukkan jenis kesempatan yang Anda minati memberikan pemilik merek beberapa penawaran. Bisa juga Anda perkuat dengan membuat media kit dan lembar tarif untuk dikirim ke merek yang ingin bekerja sama dengan Anda.

2. Kenali Potensi Pengunjung Blog Anda 
Catatlah konten apa saja yang direspon oleh pengunjung  dengan baik dan konten apa yang memicu reaksi negatif atau kurang keterlibatan dari pembaca blog Anda. Pastikan konten konten sponsor sesuai dengan konten yang Anda produksi secara teratur. Jangan takut untuk berbagi informasi ini dengan pemilik merek. Katakan tidak jika konten sponsor yang ditawarkan tidak sesuai dengan blog Anda. Jika Anda tertarik untuk terlibat dalam kampanye sponsor, tetapi Anda punya gagasan lain yang Anda yakini lebih baik, tawarkanlah opsi alternatif ke pemilik merek.

3. Buatlah Pengajuan
 Jika Anda sudah percaya diri dan memiliki gagasan khusus tentang bagaimana blog Anda dapat bekerja dengan merek atau produk tertentu, kirimkan mereka sebuah proposal pengajuan. Jangan takut untuk memulai obrolan tentang kemitraan dengan sebuah brand/merek.

4. Jujur dalam Menulis Review.
Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk membangun trafik berdasarkan kepercayaan pembaca tulisan Anda. Jangan membuang kepercayaan itu dengan terlalu berlebihan membuat artikel review  tentang betapa hebatnya sebuah produk yang Anda ulas. Tetaplah jujur dengan sisi positif dan negatif produk tersebut. Tetaplah objektif dalam mereview.

5. Disiplin
Atur jam kerja dengan disiplin bila Anda bekerja dengan merek, persyaratan dan tenggat waktu mereka sangat penting. Pastikan Anda memiliki semua informasi yang Anda butuhkan dan mengetahui tenggat waktu di awal.

6. Jaga Komunikasi
Beberapa kali saya membaca artikel atau bertanya kepada blogger lain tentang cara terbaik agar blogger bisa bermitra baik dengan sebuah merek. Rata-rata setiap responnya adalah tentang komunikasi. Jika Anda memiliki pertanyaan di awal, menerima sesuatu yang tidak Anda duga, mungkin akan kehilangan tenggat waktu, atau hanya ingin berbicara sesuatu hal yang masih mengganjal, jangan ragu untuk menghubungi kontak mereka. Karena itu, poin (1) di atas sangat penting.

7. Jadilah Profesional
Seorang blogger yang ingin bermitra dengan merek berarti harus profesional, dong. Anggaplah bermitra dengan merek itu sebuah pekerjaan profesional. Pastikan Anda memiliki alamat email yang terpisah untuk blog Anda. Cobalah untuk menanggapi dengan cepat setiap pertanyaan email. Cek ejaan dan tata bahasa di dalam blog.

Memang, mengeblog bukan cuma soal mencari uang. Ada sisi kepuasan lebih tatkala tulisan kita dibaca oleh orang lain dan bermanfaat bai banyak orang. Kepuasan tersebut tak ternilai, bahkan melebihi ketika mendapatkan hadiah dari lomba blog, misalnya. 

Anda punya gagasan lain? Silakan dibagikan dalam komentar 😊

Jadi, masih semangat mengeblog, kan?