Mengenal Rare Disorders
Kehadiran buah hati adalah momen terwujudnya
harapan dan kebahagiaan setiap keluarga, apalagi keluarga baru. Setiap orang
tua pasti mendambakan anak yang terlahir sempurna, tanpa cacat dan kelainan sedikit pun, sehingga menjadi sumber kebanggaan serta kebahagiaan. Tak
dapat dimungkiri, demikianlah yang ada di dalam doa setiap orang tua.
Namun, bagaimana jika Tuhan menganugerahkan anak
dengan keistimewaan tersendiri? Bagaimana bila Tuhan mengamanahkan anak tetapi
tidak sesuai harapan orang tuanya? Sedihkah? Kecewakah? Marah? Merasa Tuhan
tidak menyayangi kita? Kiranya wajar perasaan demikian itu muncul. Tetapi, jika
mau menyadari dengan ketulusan jiwa sesungguhnya amanah tersebut adalah bukti
kecintaan Tuhan kepada hambaNya. Seseorang yang diamanahi anak istimewa berarti mendapatkan
kepercayaan yang istimewa juga dari Tuhan.
Keistimewaan yang kerap ada pada individu, terutama
anak, adalah kelainan atau penyakit langka (rare
disorders). Lalu, apakah yang disebut rare
disorders? Mari mengenal rare disorders yang akan penulis uraikan berikut ini.
Suatu
kelainan atau penyakit dikategorikan langka jika angka kejadiannya adalah 1 :
2.000 atau lebih. Saat ini, ada sekitar 6.000 – 8.000 jenis kelainan langka
yang telah teridentifikasi, dan jumlah ini terus bertambah setiap minggunya (sumber:
inarare.org).
Menurut data, rare
disorders ikut menyumbang sekitar 35% angka kematian anak usia di bawah 1
tahun. Angka tersebut tidak boleh disepelekan karena menyangkut populasi
penduduk dan lebih jauh lagi keberlangsungan sebuah generasi.
Sekitar 80% kelainan langka disebabkan oleh
kelainan genetik. Namun demikian, kelainan genetik tidak selalu diwariskan dari
orang tua atau generasi sebelumnya dan tidak selalu diwariskan ke anak atau
keturunan selanjutnya, karena ada kalanya kelainan genetik terjadi secara
spontan.
![]() |
| Sumber infografis: inarare.org |


