Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

2021-02-25

Balada Abimanyu ~ Oleh: Ahmad Khoirus Salim

2/25/2021 02:20:00 PM 0
Balada Abimanyu ~ Oleh: Ahmad Khoirus Salim
Ilustrasi wayang Abimanyu
 ==========================

Baca juga ceritaku di KBM App ya 😊


“Bagaimana Tun, tentang tawaranku tadi? Pak Harja menatap Atun sembari membenahi letak kacamata tebalnya.
Atun masih juga tertunduk. Tiada keberanian menatap balik ke wajah Pak Harja. Wajah yang selalu dikaguminya. Hening. Hingga detak detik jam dinding terdengar amat jelas. Tik… tik… tik… tak putus-putus. Kecuali berkeloneng saat nanti menunjuk pada pukul tertentu,  mengingatkan waktu yang terus melaju. Pak Harja sudah sangat gelisah menunggu seperti ini. Diliriknya arloji di pergelangan tangannya, hampir Maghrib, sudah sejam lebih rupanya dia menunggu.
“Tun, jawablah. Bapak tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” desaknya lagi.
Dengan masih menunduk, Atun akhirnya mengeluarkan jawabannya. Meski hal itu dilakukannya dengan agak tersendat dan parau.
“Maafkan saya, Pak. Saya tidak bisa menerimanya. Saya belum siap. Saya takut akan mengecewakan dia nantinya. Maafkan….”
Pak Harja tidak berkata-kata lagi. Sepertinya dia sudah menduga akan begini jadinya. Perangai Atun semenjak dia datang tadi telah menyiratkan penolakan. Sedikit jengah dia saat ini. Aduh, sendi-sendinya serasa terlolosi seluruhnya. Lemas tiada daya.
Jika begini akhirnya, apa yang akan dikatakannya nanti pada Abimanyu? Dibayangkannya bergumpal-gumpal kekecewaan akan terhampar di wajah Abimanyu. Pak Harja menarik napas berat. Dia mencoba membuyarkan lamunan tentang anak angkat lelakinya itu.
“Ya sudahlah, Tun. Sekarang kamu pulanglah dulu. Jangan merasa terbebani oleh permintaanku tadi ya… Besok kembalilah bekerja layaknya biasa. Bapak tidak marah sama sekali kepadamu.”
“Iya Pak, terima kasih.”
Cekak saja jawaban itu.
Toko kelontong itu pun kembali sepi. Toko terbesar di kampung, kepunyaan Pak Harja itu, telah ditinggal satu per satu karyawannya, kecuali dua orang penjaga. Tinggal Atun karyawan yang terakhir. Gara-gara urusan tadi ia mesti terlambat pulang. Lekas-lekas pula ia menghambur pulang seiring petang yang merangkak. Sayap kelelawar mulai menebah-nebah udara kelam.
##

Pak Harja terpaku di kursinya. Apa yang harus dikatakannya pada Abimanyu nanti? Lagi-lagi pertanyaan itu yang menyeruak. Abimanyu, anak angkat yang sangat dikasihinya. Abimanyu kecil dulu mulai diasuhnya saat kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan bus yang ditumpanginya. Keduanya masih terhitung saudara jauhnya.
Ditimang-timang, diasuh layaknya buah hati sendiri, itulah tindakannya pada Abimanyu kecil. Demikian besar rasa cinta itu. Apalagi, semenjak kematian istrinya beberapa tahun lalu, hasratnya untuk beristri lagi seakan memudar. Entahlah, seperti trauma yang terus saja menghantuinya. Jadilah Abimanyu tumpuan curahan kasih sayang satu-satunya, hingga kini Abimanyu sudah menginjak dewasa.
Selama ini, Abimanyu dikenalnya sebagai anak penurut dan baik, pun tidak banyak tingkah. Pak Harja demikian bersyukur. Pilihannya pada Abimanyu dulu tidaklah salah. Abimanyu menjadi harapan masa depannya. Dialah yang akan mewarisi seluruh miliknya kelak.
Seiring usia Abimanyu yang semakin dewasa, pernah Pak Harja menanyakan kapan dia hendak menikah. Abimanyu hanya tersenyum-senyum kala itu. Sepertinya, dia sangat sungkan untuk berterus terang pada ayah angkatnya tersebut. Namun, Pak Harja menangkap ada isyarat lain. Abimanyu memang menaksir seseorang, tapi hal itu masih tersimpan rapat di hatinya.
Perlahan-lahan, Pak Harja mulai mengorek informasi siapakah gadis yang didambakan Abimanyu. Akhirnya, dari bisik-bisik para anak buah yang menjaga toko kelontongnya, dia mengetahui siapakah gadis itu sebenarnya. Gadis itu tak lain adalah Atun. Gadis itu memang pendiam dan beraut manis. Pak Harja bertekad membantu Abimanyu mendapatkan bunga pujaannya itu.
Lalu…
Entah mengapa jadi seperti ini kenyataannya? Atun dengan halus menolak Abimanyu. Pak Harja tidak habis mengerti. Apa yang kurang dari Abimanyu? Menurutnya anaknya itu cukup tampan, gagah, serta berkepribadian menawan. Apalagi? Lagipula, secara materi Abimanyu juga tak kekurangan. Bukankah Atun tahu kalau Abimanyu pewaris miliknya nanti? Atau Atun tak tahu hal itu, karena Abimanyu hanya anak angkatnya?
Masih kurangkah semua itu di mata Atun? Ah, pikiran perempuan memang kadang sulit dipahami. Penuh lika-liku misteri. Perasaan kadang jauh lebih mendominasi daripada pertimbangan logika.
Pak Harja tak jua beranjak dari duduknya. Sebentar lagi Abimanyu pulang. Dia memang sedang ikut kursus montir di kecamatan. Pak Harja sebenarnya menghendaki Abimanyu kuliah. Namun, Abimanyu menolak. Kuliah mahal dan belum tentu bisa langsung bekerja seusai lulus nanti, alasan Abimanyu kala itu. Ah, Abimanyu… Abimanyu… kau selalu saja bijaksana dalam menentukan pilihan. Tapi, kenapa Atun sampai menolak?
Abimanyu datang dan langsung mencium tangan ayah angkatnya. Wajahnya tampak tersaput keletihan dan berkilat-kilat. Namun, senyuman tak lepas-lepas dari bibirnya. Amat pantas Pak Harja begitu menyayanginya.
“Mandilah dulu, nanti kita makan bersama-sama,” Pak Harja mengusap pundak Abimanyu.
Tirai malam sempurna mengurung. Gelap dan pekat.
“Bagaimana kursus yang kamu ikuti?”
“Lancar-lancar saja, Pak. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa selesai.”
“Oh, bagus sekali. Mmm… Abimanyu anakku, tidakkah kamu berkeinginan segera beristri?”
“Ah Bapak, hidup saya saja masih belum mandiri. Bagaimana nanti saya bertanggung jawab pada istri saya?”
“Rezeki seseorang kan tidak disangka-sangka datangnya. Tuhan Maha Kaya. Kenapa masih kamu takutkan?”
“Sebenarnya, saya mencintai seseorang, tapi…”
“Kamu masih ragu?”
“Ya, bisa dikatakan seperti itu. Saya belum sepenuhnya yakin.”
“Atunkah gadis itu?”
Amat terkejut Abimanyu dengan ucapan terakhir ayah angkatnya itu. Sendok yang hendak menyungkah nasi pun sontak terhenti. Dengan raut kebingungan dia tak henti menatap muka Pak Harja.
“Kenapa Bapak tahu?”
“Telinga bisa mendengar, mata pun bisa melihat apa saja. Firasat juga bisa menafsirkan apa yang tersirat. Aku masih peka untuk membaca perlambang-perlambang itu anakku. Tidak ada yang salah dengan perasaanmu, hanya saja…”
“Kenapa Bapak?”
“Dewi keberuntungan rupanya masih jauh dari kita. Tadi dia berkata padaku, dia belum bisa menerimamu.”
Bergetar tubuh Abimanyu. Apa yang baru saja didengarnya terasa bagai ribuan anak panah yang menghajar dan melumat tubuhnya. Sakit. Pilu.
“Maafkan Bapak, anakku. Bapak tadi bersungguh-sungguh menawari Atun agar bersedia menjadi istrimu kelak. Aku tahu pasti engkau akan sulit mengatakannya sendiri. Dengan keyakinanku sendiri, aku lancang menanyakannya pada Atun. Dan… seperti itulah jawabannya.”
Hening, tak ada jawaban.
Malam pun terus melaju dingin. Kelelawar masih menebah-nebah udara malam dengan sayapnya.
Dua bulan berselang. Abimanyu bersiap-siap dan mengemasi barang-barangnya. Tekadnya telah bulat. Dia akan merantau ke Kalimantan. Mencari kehidupan yang mandiri. Meninggalkan ayah angkatnya, kampungnya, terutama masa lalunya, Atun.
Pak Harja, bagaimanapun sedihnya, tak mampu membendung tekad bulat Abimanyu.
“Hati-hatilah anakku. Segera kirim kabar jika sudah sampai di tujuan.”
“Jangan khawatir, Bapak. Saya tidak akan lupa selalu berkirim kabar. Tolong juga saya lekas diberi kabar pabila Atun nanti sudah menikah. Seperti janji yang telah saya ucapkan, saya tidak akan pulang sebelum Atun menikah.”
Dengan hati hancur Pak Harja melepas kepergian Abimanyu. Anak kebanggaannya kini pergi dari pelukannya. Namun, dirinya akhirnya sadar. Tetap tinggal di kampung hanya akan menyiksa batin Abimanyu. Setiap hari dia akan bersua dengan Atun. Apalagi jika menyaksikan Atun menikah nanti. Tentu hal itu akan sangat mengiris-iris hatinya.  
# #

Kini, Pak Harja kembali berhadapan dengan Atun. Ada keinginan yang kuat di benaknya, dia harus tahu apa sebetulnya alasan Atun hingga sampai menolak Abimanyu. Masuk akalkah? Atau sekadar emosi sesaat? Atau mungkin sudah ada calon lain yang tersedia untuknya?
“Atun, sekarang Abimanyu sudah pergi jauh. Tidak ada yang perlu kau jadikan alasan untuk sungkan. Jujurlah pada Bapak apa sebenarnya alasanmu menolak Abimanyu jadi suamimu? Tidak usah sungkan atau takut. Bapak berjanji tak akan memarahimu atau memecatmu. Katakanlah…”
“Benarkah Bapak tidak akan marah?”
Keragu-raguan Atun terlihat jelas di roman mukanya.
“Iya, katakanlah.”
“Sesungguhnya sayalah yang sangat tidak tahu diri, Pak. Dari dulu, saya selalu bermimpi untuk membahagiakan keluarga saya. Bapak tahu sendiri kan keadaan ekonomi keluarga saya.  Saya ingin bersuamikan seseorang yang mapan. Tidak peduli siapa pun dia. Saya rela demi kebahagiaan keluarga saya.”
“Hmmm, Berarti kamu sudah punya calon suami, kan? Lalu siapakah calon suami yang kamu harapkan itu? Tenang saja, bapak tidak akan membuka hal ini pada siapa pun. Anggaplah bapak sebagai ayahmu sendiri.”
Sejenak hening. Bisu dan kaku.
“Saya… saya mencintai Bapak... Bukan Abimanyu.”
Duh Gusti, betapa gila cerita hidup ini. Pak Harja hampir terhuyung pingsan mendengar pengakuan jujur anak buahnya itu. Jadi… jadi… selama ini?
Senyuman indah Atun, kerlingan matanya yang sering beradu dengan mata Pak Harja, sapaan malu-malunya, perhatiannya yang terkadang terlalu tinggi, jadi, semua itu untuk dirinya?! Oalah… ini benar-benar edan!
Abimanyu, apa yang hendak kukabarkan padamu? Haruskah nanti ada surat undangan dari ayah untuk anaknya sendiri?

2017-11-16

Busy Book untuk Penunjang Aktivitas Anak

11/16/2017 10:08:00 AM 33
Busy book, apakah itu?

Secara harfiah busy book berarti buku sibuk. Pada prinsipnya busy book akan membuat anak menjadi sibuk dengan aktivitas menyenangkan melalui busy book-nya.

Busy book sering juga disebut quiet book, soft book, atau cloth book. Banyak nama dengan ide yang serupa. Saya cenderung menggunakan istilah busy book karena sudah umum digunakan. 




Busy book  adalah rangkaian halaman dari kain flanel, katun, atau kertas tebal yang berisi aktivitas untuk menghibur anak-anak. Di setiap halaman, anak akan menjumpai aktivitas menyenangkan seperti mencocokkan warna, menyesuaikan bentuk, mencocokkan angka, huruf, dan lain-lain.

Busy book bisa digunakan untuk semua umur anak-anak. Banyak produk buku-buku untuk bayi dengan gambar yang menyenangkan dan kontras serta buku untuk anak-anak yang lebih tua yang berisi potongan dan papan permainan. Rentang usia target yang pas untuk busy book adalah sekitar dua sampai lima tahun, dengan fokus pada keterampilan seperti pencocokan, sortasi, permainan imajinatif, dan berpakaian (ritsleting, dasi, tali pengikat, dll.).

Namun, busy book juga masih cocok untuk usia SMP, lho. Tentu dengan meningkatkan kerumitan tema dan kegiatan yang dilakukan dengan busy book tersebut. Saya sendiri terkadang masih menyukai berkegiatan dengan busy book tersebut. Menyenangkan sekali dan bisa menambah kreatifitas anak-anak. Selain itu, tujuan utamanya adalah agar anak belajar melatih motorik dan problem solving atau pemecahan masalah. 


Beberapa pembuat/pengrajin busy book merancang halaman busy book mereka untuk dijahit menjadi sebuah buku permanen, sementara yang lain ada yang membuat busy book dengan halaman yang dapat saling dipertukarkan (seperti map, loose leaf). Halaman yang bisa ditukar-tukar terasa lebih menyenangkan bagi anak-anak karena mereka bisa berbagi atau bertukar dengan teman yang lain.

Tertarik menggunakan busy book untuk aktivitas anak? Ada banyak sekali penyedia busy book yang bisa Anda cari melalui internet. Harganya pun bervariasi bergantung pada kerumitan dan bahan yang digunakan. Kalau boleh menyarankan, ada busy book bagus di toko shopee, KIDUKASI atau KIDUKATIF. Silakan mengunjungi toko tersebut untuk informasi lebih lanjut.


2017-09-12

6 Tips Membantu Anak dan Remaja Mendapatkan Hasil maksimal di Sekolah

9/12/2017 03:29:00 PM 5

Bersekolah adalah salah satu hal terpenting yang akan dilakukan anak remaja Anda dalam fase kehidupan mereka. Jenjang pendidikan seperti SMP dan SMA akan mengisi sebagian besar masa remaja Anda, dan... ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu bagian kehidupan mereka berjalan dengan lancar.

Seiring bertambahnya usia anak, bagian Anda dalam kehidupan mereka akan menjadi sedikit ‘berkurang’. Anda pun seyogianya lebih banyak memberi dukungan pada anak. Berikut adalah beberapa gagasan tentang bagaimana Anda bisa membantu anak remaja Anda untuk bisa mendapatkan hasil maksimal dari sekolah.

1. Dorong Anak untuk Lebih Banyak Membaca

Ini adalah keterampilan nyata yang akan membantu remaja Anda belajar lebih cepat. Jumlah bahan bacaan yang berkualitas akan berperan penting bagi mereka. Ada banyak cara untuk mempercepat pembacaan, jadi dorong anak Anda untuk mencoba beberapa dan memutuskan metode yang paling sesuai untuk mereka.

Anak-anak sedang membaca buku (Sumber: okezone.com)
Baca juga: Menulis Cerita Anak

2. Dorong Anak untuk Lebih Fokus Belajar

Bila anak Anda masih sangat muda, mereka mungkin bisa lolos dengan tidak berfokus penuh pada materi yang ada. Belajar memusatkan perhatian menjadi penting saat mereka memasuki masa remaja mereka.

Bantu anak Anda untuk mengetahui cara menghilangkan gangguan saat mereka mengalami kesulitan memusatkan perhatian. Ajari mereka untuk menghilangkan kemungkinan gangguan satu per satu, seperti mematikan musik, menyalakan smartphone mereka, atau menutup jendela yang terbuka ke jalan yang ramai dan ramai.

Namun, perlu juga disadari bahwa ada anak yang mampu belajar dalam kondisi multitasking. Ada anak yang nyaman belajar sambil mendengarkan musik, misalnya. Tidak perlu Anda paksa untuk mematikan musik.

3. Doronglah Waktu Belajar Anak yang Konsisten

Remaja Anda perlu belajar secara teratur jika mereka tidak ingin menjadi stres karena meninggalkan semuanya sampai menit terakhir. Jauh lebih bermanfaat jika mereka membangun keterampilan untuk konsisten menyisihkan sejumlah waktu setiap hari untuk belajar. Mungkin 20 menit per hari, atau mungkin tiga jam per hari. Yang penting bukan berapa banyak waktu, tapi konsistensi anak Anda.

Anda juga harus membantu dengan menciptakan suasana yang nyaman bagi proses belajar anak. Jangan sampai Anda menyuruh anak belajar, tetapi Anda malah menyetel televisi kencang-kencang.

4. Doronglah Persahabatan yang Saling Menginspirasi

Individu yang dipilih oleh anak Anda untuk menghabiskan waktu bersama akan mengubah arah dan kebiasaan mereka dari waktu ke waktu. Jika anak Anda memilih teman yang mengilhami mereka untuk membangun karakter mereka dan yang mendorong mereka untuk bekerja keras dalam hidup, anak Anda biasanya akan berjalan menyusuri jalan yang sama. Jika anak Anda memiliki lebih banyak teman yang hanya tertarik bersenang-senang, kemungkinan besar anak Anda pun akan meniru. Anak perlu didorong untuk menemukan sahabat yang bisa menginspirasi mereka.

Persahabatan (sumber: kaskus.id)
Baca juga: Perundungan, Lagi dan Lagi

5. Berikan Nutrisi yang Baik

Nutrisi memainkan peran penting dalam pembentukan otak secara maksimal. Meski junk food merupakan bagian umum dari kehidupan kebanyakan remaja, ajari anak Anda untuk menjaga asupan makanan utama mereka tetap sehat. Buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, karbohidrat, dan lemak sehat bisa menjadi pilihan sumber nutrisi utama anak Anda. Pertimbangkan suplemen jika anak Anda adalah pemilih makanan atau jika makanan mereka kurang dari takaran seharusnya.

6. Dorong Anak Mempunyai Rutinitas Positif

Meskipun rutinitas remaja Anda pasti berbeda daripada saat mereka kecil, tetap merupakan bagian penting untuk menjaga agar segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Bicaralah dengan anak Anda tentang makanan biasa, waktu tidur biasa, dan cukup tidur setiap malam. Ini akan memberi tubuh mereka kesempatan untuk mengetahui apa yang diharapkan setiap hari, dan tubuh mereka kemudian akan memberi mereka hasil yang lebih baik.

Rutinitas positif anak (Sumber: http://static.mama365.gr)
Baca juga: Memilih Permainan Online untuk Anak

Masa remaja adalah masa transisi, masa pencarian jati diri. Anda sebagai orang tua akan menjadi sumber pertolongan anak remaja Anda saat mereka mengalami masa-masa sulit ini. Ambillah setiap kesempatan untuk berbagi kebijaksanaan Anda dengan mereka mengenai bagaimana cara menghayati hidup dengan baik. Dengan usaha Anda yang maksimal sebagai orang tua, diharapkan anak bisa meraih kesuksesan di sekolah.



2017-08-31

Panduan Orang Tua Memilih Permainan Online untuk Anak (lanjutan)

8/31/2017 08:30:00 AM 2

Dalam artikel sebelumnya, yaitu Panduan Orang Tua Memilih Permainan Online untuk Anak kami sudah berbicara tentang game online dan pengaruhnya untuk anak-anak Anda, termasuk game FPS dan keterpaparan terhadap konten kekerasan. Dalam artikel ini, saya ingin membicarakan game RTS, MMORPG dan ancaman tambahan dari kecanduan dan predator sosial.

Sumber gambar: www.netnanny.com
RTS
RTS adalah singkatan dari Real Time Strategy. Strategi karena permainan ini pada umumnya mengambil perspektif yang jauh lebih besar, menjadikan pemain sebagai jenderal atau komandan tentara atau bahkan pemimpin peradaban dibanding hanya menjadi satu orang tokoh. Real Time karena aksi bergerak maju apakah pemain bertindak atau tidak. Alternatif Real Time adalah strategi turn-based, di mana setiap pemain bergerak pada gilirannya, mengambil waktu apa pun yang mereka butuhkan. Permainan berbasis giliran cenderung memiliki komponen strategis yang lebih dalam dan kompleks yang membuat mereka kurang populer dengan anak-anak.

Permainan RTS cenderung memiliki struktur keputusan yang rumit, membuat mereka bermain dengan baik dalam pemikiran kritis. Keputusan cepat dan kompleks yang sama membuat jenis permainan ini sulit dilihat, terutama jika pemain bersaing secara online di mana mungkin tidak ada tombol jeda.

Karena konten yang kurang grafis, permainan jenis ini tidak terlalu memerlukan pengawasan orang tua yang intens. Namun, sesekali  luangkan waktu untuk setidaknya secara santai mengamati permainan dan mungkin untuk mengetahui seperti apa tampilan permainan tersebut.

MMORPG
MMORPG adalah singkatan dari Massively Multiplayer Online Role-Playing Game. Mereka berasal dari pemain yang lebih tua, single, RPGS. Dalam konteks ini, RPG adalah permainan yang menceritakan sebuah cerita yang berkembang dengan menggunakan karakter yang didefinisikan oleh berbagai keterampilan, atribut, dan profesi. Sulit untuk mengungkapkan seberapa besar dan rumitnya permainan ini. Terimalah bahwa anak-anak Anda akan membicarakan hal-hal yang tidak Anda pahami, seringkali tentang peralatan atau barang yang mereka dapatkan atau pertarungan yang telah mereka pertaruhkan.

Tidak ada salahnya untuk mencoba permainan yang dimainkan anak-anak Anda, meskipun Anda sama sekali tidak mendapat banyak manfaat dari permainan tersebut. Diperlukan investasi waktu yang cukup besar untuk memainkan MMORPG.

Investasi waktu itu menimbulkan salah satu masalah terbesar dengan MMORPG. Seorang penulis game pernah menyarankan agar MMORPG diucapkan sebagai Morgue, karena begitu Anda masuk, Anda tidak akan pernah keluar.

Jika anak-anak Anda mulai mencoba banyak jenis permainan ini, perhatikan bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka. Permainan akan selalu menghadirkan sesuatu yang baru untuk dilakukan, beberapa bukit yang lebih besar untuk didaki, dan mudah untuk terjebak. Bicarakan dengan anak-anak Anda, pastikan mereka mengetahui batasan berapa banyak waktu yang dapat mereka gunakan untuk bermain, dan apa yang harus mereka kerjakan terlebih dahulu.

Anda sendiri yang harus memutuskan apakah akan membiarkan mereka terus bermain. Umumnya, lebih baik tidak membiarkan mereka memulai jika Anda tidak yakin kemudian bisa membuat mereka berhenti begitu mereka mulai. Lebih baik tidak daripada terlambat, bukan?

Bermain game, apalagi secara online dengan ribuan orang lainnya akan mengekspos anak Anda ke berbagai macam orang. Kebanyakan dari mereka mungkin tidak berbahaya, beberapa akan sangat membantu, dan beberapa kemungkinan akan menjadi teman baik. Namun, ada beberapa orang terpilih yang memiliki maksud jahat, sama seperti ada kelompok besar lainnya. Ketakutan di sini sangat terasa seperti membiarkan anak Anda menggunakan chat room atau layanan pesan instan.

Pastikan anak-anak Anda tahu bahwa bahaya itu ada, bahwa mereka seharusnya tidak membiarkan orang lain mengetahui apa pun selain hal-hal umum tentang siapa mereka berada di luar permainan, bahwa ada orang-orang jahat di dunia ini. Tanyakan kepada mereka tentang teman mereka secara online, lihat apa yang mereka ketahui tentang mereka, perhatikan tanda peringatan yang sama dengan orang asing yang menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak Anda. Sekali lagi, kebanyakan pemain tidaklah berbahaya, tapi Anda jauh lebih baik diberi tahu dan waspada daripada hanya berpuas diri dan penuh harapan.

Mudah-mudahan Anda mendapat informasi lebih baik tentang apa yang mungkin dilakukan anak Anda. Permainan sama baiknya dengan hobi dan juga mempunyai sisi positif. Namun, banyak aktivitas di luar kendali Anda yang harus diwaspadai. Buatlah keputusan yang jelas dan berpengetahuan tentang apa yang benar untuk anak-anak Anda. Dalam jangka panjang, mereka akan berterima kasih untuk itu.


2017-08-30

Panduan Orang Tua Memilih Permainan Online untuk Anak

8/30/2017 09:27:00 AM 10
Internet menyentuh hampir setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak-anak. Bahkan, seringkali anak lebih mahir menggunakan internet dibanding orang tuanya. Sebagai contoh, ketika Anda mungkin mencari kata yang tidak dikenal dalam kamus, anak-anak Anda lebih cenderung menggunakan kamus online. Ketika Anda menggunakan telepon seluler biasa untuk berkomunikasi, mereka menggunakan instant messenger.

  
game online anak

Perbedaan yang lebih besar lagi bisa ditemukan pada saat mereka bermain game. Permainan generasi orang tua mereka mungkin melibatkan kartu atau sistem konsol paling canggih di masa mereka, tetapi permainan yang dimainkan anak-anak di internet bisa jauh lebih rumit. Mereka menambang emas, menyebarkan kerajaan, melawan naga dan alien sendirian atau dengan puluhan, ratusan, bahkan ribuan gamer lainnya.

Game-game tersebut memuat nama, tempat, jargon dan istilah yang membingungkan yang bisa membuat Anda tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan anak-anak Anda. Akhirnya anda mungkin mulai berpikir bahwa beberapa bagian dari beberapa permainan itu tidak baik untuk mereka.

Apa yang sesuai untuk anak-anak Anda adalah keputusan yang bisa Anda buat. Berapa banyak kekerasan yang mereka hadapi, berapa banyak waktu yang mereka habiskan di depan layar, dan berapa banyak kontak yang mereka miliki dengan orang asing tak berwajah yang begitu umum di internet adalah semua pertanyaan yang harus Anda jawab dan renungi sendiri. 

Dalam artikel Panduan Orang Tua Memilih Permainan Online untuk Anak ini, penulis mencoba membantu orang tua mendapatkan informasi tambahan untuk bisa memahami hobi anak-anak bermain permainan online itu. Dengan informasi ini, semoga bisa membantu para orang tua untuk bisa memberikan penilaian berdasarkan informasi tentang apa yang seharusnya dan tidak boleh dilakukan, dan untuk membantu Anda mencapai ‘bagian lain’ dari kehidupan mereka yang mungkin sebelumnya tampak seperti sesuatu dari sebuah kotak teka-teki.

Berikut ini adalah beberapa jenis permainan yang biasa dimainkan anak-anak, dan orang dewasa juga, sih.

Easy Stuff
Jenis permainan online yang paling sederhana adalah jenis permainan berbasis Flash atau Java yang biasanya Anda lihat berjalan di dalam browser web Anda. Jenis game ini cenderung relatif sederhana dibandingkan dengan game stand alone yang dibahas nanti. Contoh umum termasuk Bejeweled, Zuma, dan Diner Dash. Permainan ini hampir secara universal menjadi pemain tunggal dan tidak memiliki jenis konten kekerasan atau konten dewasa.

Banyak dari game ini bisa sangat menyenangkan bahkan untuk pemain yang paling kasual sekalipun. Beberapa, seperti Bookworm, bahkan memiliki konten pendidikan yang asli. Permainan ini bisa menjadi kesempatan untuk ikatan dan pembelajaran seperti melempar bola di halaman belakang, dan mendapat bonus tambahan karena lebih mudah membuat anak-anak Anda duduk bersama dan bermain dengan Anda.


 First Person Shooter: Menemukan Sesuatu/Musuh untuk Ditembak
 FPS adalah singkatan dari First Person Shooter. Pemain menjadi orang pertama yang sama dalam sebuah cerita. Artinya, pemain melihat dunia melalui mata satu karakter dan berinteraksi dengan lingkungan permainan seolah-olah dia adalah karakter itu. Shooter berasal dari tujuan utama kebanyakan game seperti itu, menembak apapun yang terjadi meskipun menjadi orang jahat.

Game FPS termasuk beberapa online terpopuler. Contoh umum termasuk Counter Strike, Doom, Battlefield: 1942, dan game X-Box Halo. Dari perspektif orang tua, permainan ini bisa menjadi perhatian. Mereka sangat bervariasi dalam jumlah realisme, tingkat kekerasan, bahasa, dan sikap. Satu-satunya cara untuk mendapatkan ide bagus tentang masalah konten adalah menonton permainan secara langsung. Jika anak-anak Anda tidak ingin Anda menonton saat mereka bermain, maka cobalah jalankan permainan itu sendiri kapan saja saat mereka tidak berada di sekitar Anda.

Ada variasi yang cukup besar dalam bagaimana kekerasan dan bagaimana konten FPS pribadi bisa dari game ke game. Bagian pemain tunggal Halo, misalnya, memiliki pemain yang bertarung melawan penyerang asing dengan sebagian besar senjata energi dan penderitaan manusia yang realistis. Sebaliknya, permainan bertemakan Perang Dunia II cenderung tidak menunjukkan kekerasan realistis.

Bermain online menghadirkan perhatian yang berpotensi lebih besar. Tujuan game FPS online hampir selalu membunuh pemain lain. Sementara beberapa permainan memiliki berbagai mode di mana ini adalah tujuan sekunder, mereka semua memberi pemain pistol dan mendorongnya untuk menggunakannya pada karakter yang mewakili orang lain sebagai musuh.

Simulasi menanduk dan penggunaan kekerasan terhadap orang lain untuk mencapai tujuan mungkin adalah hal-hal yang tidak ingin ditonton Anak-anak. Sekali lagi, ini adalah keputusan yang harus Anda buat. Tulisan ini mendorong Anda untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin.

Bicaralah dengan anak-anak Anda. Cari tahu apa yang mereka pikirkan, selami kata-kata mereka. Pastikan mereka melihat garis pembatas antara apa yang terjadi dalam permainan dan apa yang terjadi di dunia nyata, antara apa yang hanya boleh disimulasikan dan apa yang boleh dilakukan.
Jawabannya mungkin mengejutkan Anda. Jika anak-anak Anda belum mengerti perbedaannya, kewajiban orang tua untuk memberikan pengertian terhadap anak. Jelaskan bahwa ada bagian dari permainan yang hanya boleh disimulasikan, tetapi tidak boleh dilakukan di dunia nyata. Pada akhirnya, keputusan besar ada di tangan Anda sendiri untuk memastikan anak boleh atau tidak memainkan permainan tersebut.