Observasi Pribadi: Blog tentang gaya hidup

2016-10-18

6 Tips Menjadi Orang Tua yang Tidak Sekedar Tua

Sumber gambar: axltwentynine.com
Siapapun Anda, saya yakin Anda berharap memiliki anak yang baik. Tapi berharap saja tidak cukup, Anda perlu pengetahuan yang cukup untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bukan hanya usianya saja yang tua, tapi orang tua yang cerdas mendidik anaknya. Tips-tips berikut bisa sedikit menambah wawasan Anda tentang mendidik anak.

Anda siap? Cekidot...
Pendidikan anak bisa dimulai sejak dalam kandungan lho... Saat Anda hamil, biasakan membaca Al-Qur’an atau kitab lain sesuai agamanya masing-masing. Walau masih di dalam kandungan, bayi bisa kok mendengar suara di sekitarnya. Selain itu, anda perlu banyak belajar tentang ilmu matematika, bahasa, juga seni.

Setelah kemampuan motorik anak mulai berkembang, biarkan dia belajar sendiri.
Misalnya, jika anak memegang sesuatu dan dimasukkan ke dalam mulut, biarkan saja, selama benda yang dipegangnya tidak berbahaya. Jangan sedikit-sedikit melarang anak untuk belajar.
Anak selalu meniru apa yang ada di sekitarnya.
Sebagai orang tua, kendalikan ucapan dan perbuatan Anda, terutama di depan anak. Selain itu, anak juga meniru apa yang ada di TV, komputer, atau lagu-lagu di HP. Maka dari itu, jangan memutar lagu atau film yang kurang mendidik di depan anak. Jika Anda ingin menonton, tunggu mereka tidur.
Jangan hilangkan masa bermain anak dengan pelajaran yang seharusnya belum waktunya mereka pelajari.
Anak usia 3-6 tahun adalah masa pembentukan karakter. Ajarkan kepada mereka tentang agama, menyanyi, bermain peran, dan mendengarkan dongeng. Anda juga bisa memasukkan mereka ke PAUD atau TK. Tapi perlu Anda ingat, jangan dulu mengajarkan calistung kepada mereka. Kenapa demikian? Sambungan otak anak-anak usia 3-6 tahun belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal-hal kognitif pada usia 7-8 th (yani.widianto.com). Jika masa bermain anak hilang, dikhawatirkan setelah dewasa, mereka akan berpikir kekanak-kanakan.
Ketika anak Anda sudah duduk di bangku sekolah, pantau mereka dengan komunikasi yang baik bersama gurunya. 
Jangan bebani mereka, misalnya dengan nilai yang harus bagus. Saya yakin, setiap anak juga ingin nilai yang bagus, tapi kemampuan mereka berbeda-beda. Bantulah mereka dengan mengatur jadwal dan mematuhi jadwal tersebut.
Setelah memasuki usia remaja (10 tahun ke atas), jadilah sahabat untuk mereka, agar mereka mau terbuka kepada kita. Pendidikan tentang seks sebaiknya juga sudah diberikan. Semoga kita bisa mendidik anak kita menjadi generasi pelurus bangsa.
                     
                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

~ Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar di sini. Komentar Anda sangat berharga bagi saya. Jangan ada spam, SARA, pornografi, dan ungkapan kebencian. Semoga bermanfaat. ~