2016-10-29

Menjadi Pemuda Mandiri Dengan Usaha Jasa Percetakan, Mengapa Tidak?

10/29/2016 05:44:00 PM 6

Tanggal 28 Oktober menjadi hari bersejarah dan penting bagi pemuda Indonesia. Iya, tanggal tersebut diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Untuk mendukung perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, pemuda Indonesia bersatu untuk mengucapkan sumpah yang menggetarkan. Bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan: INDONESIA.

Di masa yang sudah merdeka ini, perjuangan pemuda bukan lagi merebut kemerdekaan dari penjajah. Perjuangan yang penting sekarang ini adalah menjadi pemuda yang kreatif, inovatif, dan mandiri. Menjadi pemuda yang mandiri tentu menjadi sebuah harapan yang indah. Menjadi mandiri, salah satunya yaitu memiliki penghasilan sendiri, tidak bergantung penuh secara finansial pada orang tua, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru, keren sekali, bukan?

Memulai bisnis sejak muda bukanlah hal yang sulit, meskipun tidak bisa juga dikatakan mudah. Seringkali ketiadaan modal berupa uang  dijadikan alasan utama. Padahal, modal yang diperlukan dalam memulai usaha bukanlah uang saja, ada modal berupa skill, hubungan atau jaringan dengan pihak lain, dan ketekunan untuk bekerja keras.

Jika modal berupa uang dalam jumlah tertentu  dan besar memang sulit terpenuhi, ada baiknya melakukan penguatan di segi jaringan/relasi, skill, dan ketekunan. Dengan adanya jaringan misalnya, kamu bisa ikut nebeng dulu di usaha yang mereka jalankan, sekalian belajar seluk beluk usaha tersebut. Jika nanti sudah dirasa mampu berkembang sendiri, barulah membuat brand sendiri agar lebih mantap.
Salah satu usaha yang bisa kamu jalankan sejak usia muda adalah usaha percetakan. Hah?! Kok bisa? Bukankah percetakan itu butuh modal besar ?
Tunggu dulu, jangan langsung berpikir tentang percetakan yang sudah besar, ya. Karena ini tentang memulai usaha, jadi kamu mesti melihat peluang di sekitarmu terlebih dahulu.
Bisnis percetakan dengan Ralali.com
Bisnis percetakan Sejak Usia Muda
Sekarang ini, percetakan menjadi usaha yang cukup diperhitungkan. Mengapa? Coba lihat di sekitar, hampir pasti ada barang dan pernak-pernik hasil cetakan, bukan? Ada stiker, mug, buku, banner, spanduk, dan lain sebagainya. Semua itu barang hasil cetakan. Hampir semua sektor membutuhkan usaha tersebut. Taruhlah misalnya tetangga hajatan, mereka butuh undangan yang bagus yang memerlukan jasa percetakan. Organisasi di sekolah atau kampus mengadakan event, mereka memerlukan stiker atau pin sebagai pernak-pernik acara, ke percetakan juga, kan?

2016-10-18

6 Tips Menjadi Orang Tua yang Tidak Sekedar Tua

10/18/2016 04:50:00 PM 0
6 Tips Menjadi Orang Tua yang Tidak Sekedar Tua
Sumber gambar: axltwentynine.com
Siapapun Anda, saya yakin Anda berharap memiliki anak yang baik. Tapi berharap saja tidak cukup, Anda perlu pengetahuan yang cukup untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bukan hanya usianya saja yang tua, tapi orang tua yang cerdas mendidik anaknya. Tips-tips berikut bisa sedikit menambah wawasan Anda tentang mendidik anak.

Anda siap? Cekidot...
Pendidikan anak bisa dimulai sejak dalam kandungan lho... Saat Anda hamil, biasakan membaca Al-Qur’an atau kitab lain sesuai agamanya masing-masing. Walau masih di dalam kandungan, bayi bisa kok mendengar suara di sekitarnya. Selain itu, anda perlu banyak belajar tentang ilmu matematika, bahasa, juga seni.

2016-10-17

Antologi Puisi dan Cerpen Dentam Swarnadwipa

10/17/2016 12:32:00 PM 0
Alhamdulillah, akhirnya lahir lagi buku antologi yang memuat karya saya. Buku antologi dengan judul Dentam Swarnadwipa ini adalah antologi Puisi dan Cerpen Balai dan Kantor Bahasa se-sumatra. Penulis sendiri memang staf di Kantor Bahasa Bengkulu, salah satu kantor bahasa yang ada di wilayah Sumatra.

Dalam antologi tersebut, termuat 39 puisi dan 10 cerpen. Antologi tersebut diterbitkan oleh Kantor Bahasa Bengkulu bekerja sama dengan palagan Press, Riau. 

Karya penulis yang dimuat adalah cerpen berjudul Balada Arjuna. Mengisahkan seorang gadis bernama Halimah yang terpaksa memendam cinta pada sosok Teguh. Apa daya karena memang tak jodoh, mereka tak bisa menyatu. Bahkan untaian cerita cinta tersebut akhirnya mengendap dalam hati.