2017-06-30

Jenis Kuah Ramen Sebagai Makanan Jepang Enak di Jakarta yang Harus Diketahui

6/30/2017 08:13:00 AM 4
Jenis Kuah Ramen Sebagai Makanan Jepang Enak di Jakarta yang Harus Diketahui
Ramen menjadi salah satu makanan khas Jepang yang banyak disukai oleh masyarakat di Indonesia karena rasanya yang enak dan menggunakan mie. Mie yang digunakan untuk membuat ramen memiliki ukuran yang kecil dan kemudian mie tersebut dicampurkan ke dalam kuah yang terbuat dari bumbu dan kaldu. Umumnya, jika di Jepang, jenis kuah miso dicampurkan dengan kaldu ayam atau babi. Namun, makanan Jepang enak di Jakarta ini, memiliki beragam jenis kuah yang wajib diketahui bagi para penggila ramen.

Pertama adalah kuah kari. Kari atau curry menjadi yang paling umum dijumpai di kedai ramen yang ada di Jepang. Kuah ramen ini memiliki rasa yang kaya akan rempah dari bumbu kari kuat dan lebih kental dibandingkan dengan jenis kuah ramen yang lainnya. Jenis kuah ini menjadi salah satu favorit bagi penggemar ramen. Jenis curry Jepang berbeda dengan curry Indonesia karena curry Jepang lebih kental dan memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan curry Indonesia. Curry ramen ini biasanya menggunakan jenis mie yang lebih tebal.

Kedua adalah kuah miso. Miso berasal dari fermentasi rebusan kedelai dan beras yang ditambahkan dengan sedikit garam. Kuah ramen miso memiliki warna yang coklat dan kekentalan yang lebih ringan dibandingkan dengan curry. Kuah ini sering dipadukan dengan kuah kaldu ataupun jenis rempah lainnya sehingga terasa agar manis dan asin. Jenis mie yang paling cocok adalah mie tebal, kenyal dan keriting.

Jenis kuah ramen enak di Jakarta lainnya untuk makanan Jepang enak di Jakarta yang wajib diketahui oleh pencinta ramen, yaitu:

  • Kuah Chizu yang cocok bagi Anda yang suka dengan keju. Kuah ini menggunakan kuah ramen miso yang dipadukan dengan keju sehingga timbul rasa creamy dan gurih. Jenis mie yang digunakan adalah original dan yang kecil.
  • Kuah shiro yang memiliki warna putih dari kaldu miso dan soy milk susu kedelai sehingga rasanya gurih, manis dan asam segar.
  • Kuah wakame yang cocok untuk diet dari kaldu sayuran sehingga rasanya asin.
  • Shio tori paitan dengan rasa khas yang asin dari kaldu ayam yang kental.

2017-06-14

Pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi 2017

6/14/2017 11:00:00 AM 4
Pertemuan penulis bahan bacaan literasi nasional tahap 1 usai diselenggarakan pada Selasa-Kamis, 6-8 Juni 2017. Pertemuan Para penulis se-Indonesia ini merupakan tindak lanjut hasil Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi untuk Anak SD yang diadakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud. Sebanyak 110 penulis yang karyanya terpilih, diundang pada pertemuan tersebut.

Para peserta, pejabat Badan Bahasa, dan panitia
berfoto bersama seusai acara pembukaan.
Saya begitu bahagia mendapati kenyataan bahwa saya adalah salah satu di antara mereka. Jujur saja saya merasa minder karena banyak penulis senior yang berada di pertemuan tersebut. Ajang tersebut tidak saya sia-siakan untuk menimba ilmu dari para penulis lain, Selain, tentu saja, sebagai ajang berswafoto dengan penulis lain, he he he. 

Pertemuan hari pertama diisi dengan pembukaan dan pengarahan dari panitia. Pada acara tersebut, kepala Bidang Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bpk Gufran Ali Ibrahim dan Kepala Badan Bahasa, Prof. Dadang Sunendar, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. 

Pertemuan hari kedua diisi dengan kegiatan perbaikan naskah hasil seleksi. Para penulis dibagi menjadi tiga kelas. Setiap kelas diampu oleh seorang penulis senior. Saya berada di kelas A dan kebetulan diampu oleh Bapak Ahmadun Yosi Herfanda. 



Kelas perbaikan naskah yang dipandu oleh Bapak Ahmadun Yossi Herfanda
Pada saat kelas perbaikan naskah, metode yang digunakan di kelas A adalah metode presentasi. Jadi, setiap peserta menampilkan buku yang sudah direvisinya untuk dilihat oleh pengampu. Di sinilah kami bisa saling melihat karya setiap peserta yang sangat bagus. Baik dari sisi cerita, ilustrasi, maupun layout-nya. Saya bisa banyak menimba ilmu dari sini.

Salah satu hal yang agak dikeluhkan oleh kebanyakan peserta adalah format file akhir yang dikumpulkan harus berformat indesign. keluhan itu lebih disebabkan karena sejak awal penulis sudah menata letak bukunya menggunakan program Ms. Office Word. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena banyak peserta, termasuk saya, yang belum pernah berkenalan sama sekali dengan program indesign. Saat ingin mencoba, laptop ternyata tidak support karena ukurannya yang cukup besar dan membutuhkan spesifikasi laptop yang berkapasitas lumayan. Akhirnya, menggunakan jasa pengatak (layouter) menjadi solusi terbaik.

Tampilan sampul buku saya yang terpilih.
Buku yang sudah terseleksi oleh Badan Bahasa akan diseleksi kembali oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Insyaallah bulan September akan keluar hasil seleksi tersebut. Jadi, para penulis akan dihubungi kembali kalau nanti ada hal yang perlu direvisi ulang. 

Hari ketiga diisi dengan penutupan dan penyelesaian administrasi. Saat acara penutupan, Bang Iyut Fitra dan Marhalim Zaini, penyair dari Riau, membacakan puisi mereka. Acara pun akhirnya ditutup secara resmi oleh Bapak Fairul Zabadi, Kepala Bidang Pembelajaran, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Usai sudah seluruh rangkaian acara, saatnya kami pulang ke daerah masing-masing untuk beraktifitas sesuai dengan profesi masing-masing.

Acara penutupan.
Menjadi pemenang lomba menulis sampai ke level nasional ialah pengalaman pertama bagi saya. Ini menjadi sebuah pengalaman sangat berharga. Saya masih harus banyak belajar dan belajar. Satu hal yang ingin terus saya tekuni ialah tentang menulis cerita anak. Dunia anak itu menarik, sangat menarik. Menulis cerita mempunyai tantangan tersendiri, dikatakan mudah, tidak, dibilang sulit, iya, he he he.






Foto-foto bersama teman-teman penulis.
Maaf, foto ini cuma tambahan, he he he...
(Menulis bisa membawamu naik pesawat, guys..)
Baiklah, sekian dulu cerita saya, ya. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya.