Tampilkan postingan dengan label Kota Bengkulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Bengkulu. Tampilkan semua postingan

2017-08-09

Akhirnya, Setahun sudah Blogger Bengkulu Berkiprah (Ulasan Milad Pertama Bobe)

8/09/2017 10:30:00 AM 2
Salah satu komunitas blogger yang sedang naik daun saat ini adalah komunitas Blogger Bengkulu (biasa diakronimkan menjadi Bobe). Bagaimana tidak? Baru setahun Bobe berkiprah akan tetapi perkembangan dan pertumbuhan Bobe sudah menunjukkan peningkatan signifikan.

Logo Komunitas Blogger Bengkulu (Bobe)
Founder komunitas Blogger Bengkulu adalah Mbak Mildaini. Lalu beliau mengajak teman yang lainnya untuk menjadi bagian Bobe seperti Ria M. Fasha, Yurmawita, dan Intan Novriza K., Beni Sumarlin, dan Piter JV untuk menjadi pengurus dan admin grup Blogger Bengkulu di facebook dan WA. Adapun logo Bobe dibuat oleh Suhendra. Mereka merupakan blogger dengan visi dan misi sama, ingin mengumpulkan para blogger Bengkulu ke dalam satu wadah komunitas sehingga lebih bisa berkiprah dan bermanfaat. Salah satu misi besarnya adalah mengenalkan Bengkulu melalui blog, agar Bengkulu tidak hanya dikenal karena sering gempa, melainkan banyak potensi lokal yang bisa menjadi unggulan.

Tentang launching Blogger Bengkulu sendiri, Anda bisa membaca ulasannya secara lengkap di artikel salah satu founder komunitas Blogger Bengkulu, Mbak Mildaini. Tahun 2017 ini adalah perayaan ulang tahun yang pertama. Hari tepatnya yaitu tanggal 1 Juli 2017, tetapi puncak kegiatannya disatukan dengan kegiatan rutin bulanan Bobe yaitu setiap pekan terakhir. Akhirnya disepakati milad pertama bobe dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2017, hari Minggu.

Lalu, saya sendiri? Ah, saya adalah salah satu anggota yang kebangetan karena belum pernah sekalipun mengikuti kopdar Bobe. Alasannya tentu saja selalu kesibukan. Sebenarnya kopdar seperti itulah yang membuat sebuah komunitas semakin eksis, karena ada kegiatan dan interaksi anggotanya.

Saya ingat banget pertama mengenal Bobe melalui Mbak Mildaini. Kala itu, beliau sedang mengisi acara yang diselenggarakan Kantor Bahasa Bengkulu. Kami ngobrol tentang sebuah komunitas bernama blogger Bengkulu. Pada dasarnya saya pun senang dengan blogging, meskipun belum terarah, akhirnya saya memberanikan diri bergabung dengan Bobe.

Saat ini, anggota grup Fb dan WA Bobe ada sekitar 250-an. Domain anggota yang terdaftar ada kurang lebih 50 domain blog aktif yang siap melesat & bekerjasama dengan berbagai pihak. Dengan rajin mengikuti interaksi di grup WA dan facebook, banyak informasi tentang pengembangan blog dan... JOB ( itu memang yang ditunggu-tunggu) hehehe.

Lalu, bagaimana kiprah Bobe sendiri setelah satu tahun kehadirannya? Tampaknya perayaan milad pertama Bobe pada tahun 2017 tersebut bisa sedikit banyak menjelaskan. Mereka yang hadir dalam perayaan milad pertama Bobe bukan hanya anggota komunitas blogger Bengkulu, melainkan juga ada beberapa pejabat pemerintah, dalam hal ini yang hadir adalah Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Teknologi, Eddy Prawisnu.

Bahkan, dalam konsep rundown acara sebelumnya, PLT Gubernur Bengkulu yaitu Rohidin Mersyah pun dijadwalkan hadir. Namun, beliau berhalangan hadir karena ada agenda lain yang mendesak.

Dalam perayaan milad pertama Bobe tersebut, antara pihak perwakilan pemerintah dengan komunitas Blogger Bengkulu sama-sama sepakat untuk mengeratkan kerja sama, menjadikan Bobe media partner untuk mempromosikan dan mengenalkan Bengkulu.
Sambutan ketua Komunitas Blogger Bengkulu, Mbak Mildaini.
 Sumber Foto: www.mildaini.com

Kehadiran perwakilan pemerintah tersebut menjelaskan banyak hal, satu yang pasti, kehadiran Komunitas Blogger Bengkulu tidak lagi dipandang sebelah mata. Pemerintah sudah mulai melihat peran penting para blogger yang dapat berperan besar dalam menyukseskan pembangunan daerah, terutama dalam hal promosi potensi lokal Bengkulu sehingga lebih dikenal di kancah nasional dan internasional.


 Sumber Video: https://twitter.com/mediacenterBKLhttps://twitter.com/mediacenterBKL/status/891599494936010752
Blogger memperkenalkan daerahnya dengan beragam cara dan warna, melalui niche blog dan model tulisan masing-masing. Di tengah masyarakat yang semakin melek media online, di tengah kemudahan akses internet, menggandeng para blogger adalah pilihan terbaik.

Sebelum perayaan milad pertama Bobe pun, sudah ada agenda-agenda besar pemerintah yang melibatkan komunitas Blogger Bengkulu. Agenda tersebut di antaranya :  
  1. Festival Bumi Rafflesia, terutama pada kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) Bengkulu yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Bengkulu pada Jumat--Ahad, 21--23 Juli 2017.
  2. Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu pada tanggal 27 Juli 2017.
Yup, Komunitas Blogger Bengkulu memang sedang terus berkiprah, semakin melebarkan sayap. Hal ini menunjukkan setidaknya dua hal: pertama, kehadiran Bobe semakin diperhatikan dan memberikan berkah tersendiri bagi para anggotanya; kedua, Bobe dituntut semakin berbenah memperbaiki diri, sistem organisasi perlu lebih ditingkatkan agar semakin mantap dan berkualitas.

Sekali lagi, selamat milad pertama Bobe. Semoga Bobe semakin maju, berkembang, dan semakin berkiprah luas demi kemajuan Bengkulu tercinta. 

#MiladPertamaBobe, #BloggerBengkulu, #PuncakMilad1Bobe, #MiladBobe



2017-04-16

Menakar Geliat Pasar di Bengkulu

4/16/2017 10:13:00 AM 14

Pasar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) n tempat orang berjual beli; pekan, (2) Ek kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. Pasar adalah tempat imteraksi antara penjual dan pembeli, produsen dan konsumen. 

Karena fungsinya yang mempertemukan penjual dan pembeli, pasar menjadi area penting yang seringkali menjadi barometer kondisi ekonomi suatu daerah. Ada kalanya pasar menjadi sangat ramai karena ekonomi masyarakat yang sedang bergairah, ada kalanya pasar menjadi sepi karena keadaan ekonomi juga sedang lesu. 

Apabila kita melihat pola interaksi kehidupan di pasar, sebenarnya pola interaksi di dalam pasar tidak hanya terjadi pada produsen dengan konsumen saja, tetapi terdapat pola interaksi lain. Pola interaksi ini disebut dengan eksternalitas. Eksternalitas dapat dipahami dengan dampak bagi sebuah pihak dari keputusan yang diambil oleh pihak lain. Eksternalitas terdiri dari empat macam pola dampak interaksi yaitu dampak produsen terhadap produsen lain, dampak produsen terhadap konsumen, dampak konsumen dengan konsumen lain, dan dampak konsumen dengan produsen (http://pradipta-aditya-fisip12.web.unair.ac.id/)

Interaksi tersebut bisa mengakibatkan beberapa hal seperti harga yang naik turun,komoditas tertentu yang tidak laku, dan lain sebagainya. Di sinilah peran pemerintah menjadi penting sebagai pihak yang berwenang mengintervensi kegiatan ekonomi di dalam pasar. Pemerintah berperan dalam penetapan harga tertinggi (ceiling price) dan harga terendah (floor price) di dalam pasar. Jika tidak ditetapkan bisa terjadi ketimpangan, seperti penjual bisa menentukan harga seenaknya sendiri yang mengakibatkan tidak adanya keseimbangan sehingga akan berpengaruh pada kehidupan pasar. 

Lalu bagaimana dengan di Bengkulu sendiri? Situs berita Kompas versi online edisi 23/5/2016 melansir bahwa ternyata,
80 persen perekonomian di Provinsi Bengkulu berasal dari sektor konsumsi, bukan sektor produksi. Hal ini menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). 
Deputi Perwakilan BI di Bengkulu, Christin R Sidabutar, mengungkapkan bahwa 80 persen pertumbuhan ekonomi di Bengkulu masih ditopang oleh faktor konsumsi, bukan produksi.
"Dari 80 persen itu, sebanyak 65 persen adalah konsumsi rumah tangga. Sisanya, konsumsi pemerintah. Sektor produksi masih kecil," kata Christin, Senin (23/5/2016).
BI menilai, dengan pertumbuhan ekonomi yang didominasi oleh konsumsi menandakan perekonomian Bengkulu rapuh. 
Dari kenyataan tersebut, keberadaan pasar sebagai tempat bertransaksi menjadi sangat penting. Pun menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan peran pasar sebagai penopang ekonomi Bengkulu. Perbaikan infrastruktur, perbaikan sistem pasar, juga menjadi PR besar pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pasar. Pasar di Bengkulu seharusnya lebih banyak menjadi tempat bertransaksi antara produsen di Bengkulu dengan konsumen di Bengkulu, bukan produsen dari luar Bengkulu saja. 

Harus diakui letak geografis Bengkulu memang kurang menguntungkan. Angka kemiskinan di Bengkulu juga masih cukup tinggi, bahkan menurut data di tahun 2016 termasuk tertinggi di Sumatra (beritasatu.com). Tantangan yang sangat berat untuk bisa mengoptimalkan pasar sebagai penopang ekonomi rakyat. 

Di Bengkulu, utamanya di Kota Bengkulu, pasar-pasar besar seperti Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Barukoto berperan cukup sentral dan strategis mempertemukan penjual dan pembeli dari luar maupun dalam Kota Bengkulu. Meskipun demikian, seperti yang sudah saya tulis di atas, komoditas yang dijual lebih banyak disuplai dari luar Bengkulu. Imbasnya, perputaran modal pun kembali ke luar Bengkulu. 

Baiklah, ini hanya sekadar catatan seseorang yang bukan ahli ekonomi, hehehe. Saya hanya mencoba menuliskan apa yang saya pahami, serta mencoba menyimpulkan bahan-bahan yang sudah saya baca dari berbagai media. Tulisan ini juga saya sertakan dalam tantangan #nulisserempak bertema #PasarBengkulu yang dimotori oleh blogger Bengkulu

Semoga bermanfaat.

=================
Sumber Referensi: