Tampilkan postingan dengan label Kaur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaur. Tampilkan semua postingan

2017-04-15

Antara Zaffa dan Zalfa, Cerita Salah Masuk Hotel di Bintuhan

4/15/2017 06:17:00 PM 8
Seperti pernah saya singgung di postingan Sekilas Kisah Tur di Kaur tentang kejadian lucu di hotel. Kejadian tersebut adalah salah masuk hotel sewaktu di Bintuhan, maka seperti inilah ceritanya.

Ketika berangkat dari Bengkulu menuju Kaur, rombongan kami terpisah menjadi dua mobil. Kebetulan saat itu mobil yang saya tumpangi sudah sampai lebih dulu di Kaur, sementara mobil satunya yang ditumpangi rombongan lain termasuk ketua panitia kegiatan tiba belakangan karena ada urusan di Manna.

Nah, ketika itu, hotel sebenarnya sudah dipesan sebelumnya. kami tinggal check in. Yang kami ingat nama hotelnya adalah Zalfa. Begitu kami tiba di Bintuhan, segera kami masuk ke Hotel Zalfa. Melapor ke resepsionis, dan leyeh-leyeh beristirahat. 

Resepsionis mengatakan kalau hotel belum di-booking. Namun kami belum merasa curiga saat itu. Kami pun dipersilakan untuk menunggu sambil membuat teh atau kopi sesuai selera. Kami pun dengan santainya ngopi dan ngeteh.

Bangunan Hotel Zalfa cukup luas. Ada setidaknya 18 kamar di hotel tersebut. Terdapat juga aula yang bisa menampung 100 orang. Kami tidak bertanya lebih lanjut tentang spesifikasi hotel, kami lebih memilih beristirahat di lobby.
Hotel Zalfa tampak dari depan
Sumber gambar: kupasbengkulu.com
Tak berapa lama, rombongan kedua itu pun sampai. Mereka menuju Hotel Zalfa setelah diberitahu melalui telepon oleh salah satu teman yang ada di rombongan pertama. Betapa malunya kami ketika diberi tahu bahwa hotel yang akan ditempati adalah Hotel Zaffa. Untung, kami belum sempat menurunkan tas dan perlengkapan kami. Untung saja. Dengan menahan malu, kami pun meminta maaf pada resepsionis. Kopi dan teh yang sudah telanjur dinikmati hendak kami bayar, tetapi ditolak oleh resepsionis.

Hmmm, ternyata ada dua hotel yang hampir mirip namanya, satu bernama Zalfa, satunya lagi Zaffa. Bahkan kami sempat melihat ada papan nama hotel bernama Fa. Entah ada hubungan apa mereka, hehehe…

Kami pun check in di Hotel Zaffa. Melihat bangunannya, terlihat kalau hotel ini masih baru. Hotel ini mempunyai sekitar 20 kamar. Kisaran harga antara Rp150.000--Rp350.000 termasuk sarapan dan snack harian. 



Hotel Zaffa
Dari segi pelayanan, menurut saya hotel ini cukup baik. Sprei dan handuk diganti setiap hari, tidak hanya dibersihkan seperti di beberapa hotel lain. Ada juga fasilitas wifi yang cukup memanjakan tamu. Tamu pun bebas membuat teh atau kopi yang sudah disediakan di ruang televisi.



Akhirnya, kami tiba di hotel yang benar dan bisa beristirahat dengan nyaman. Hal ini menambah pengalaman kami, hotel di Kota Bintuhan cukup banyak dan ada yang namanya mirip-mirip. Dari sisi marketing mungkin bagus, tapi bisa juga membingungkan untuk tamu yang baru pertama kali berkunjung.

Sekilas Kisah Tur ke Kaur

4/15/2017 12:33:00 PM 18
Apa kabar sahabat? Semoga selalu dilimpahi kesehatan dan keberkahan. Kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan ke Kota Bintuhan, Kabupaten Kaur.

Hari Minggu, 9 April, saya dan rombongan dari Kantor Bahasa Bengkulu bertolak dari Bengkulu menuju Kota Bintuhan, Kab. Kaur. Kami akan mengadakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia se-Kabupaten Kaur.

Kaur adalah salah satu kabupaten di Bengkulu yang berbatasan dengan Provinsi Lampung. Kaur, nama ini cukup membekas dalam ingatan saya. Dulu, awal-awal berkunjung ke Bengkulu saya naik travel yang selalu singgah beristirahat di salah satu warung makan di wilayah Kaur. Kalau tidak salah ingat nama warung makan tersebut adalah Kaur Raya, di daerah penyimpangan. Jadi, perjalanan dinas seakan menjadi perjalanan nostalgia, napak tilas perjalanan saat pertama kali ke Bengkulu.

Perjalanan Bengkulu-Kaur kami tempuh kurang lebih selama 6 jam. Kami berangkat pukul 09.00, sampai di Bintuhan pukul 16.00. Kondisi jalan yang kadang rusak, sering memperlambat perjalanan. Semoga pemerintah yang berwenang memperhatikan hal ini.

Saya awalnya sempat berpikir akan kesulitan mendapatkan penginapan di Bintuhan. Ternyata dugaan saya salah. Banyak sekali penginapan di sana. Kami akhirnya menginap di hotel Zaffa. Ada cerita lucu tentang penginapan ini, hehehe. Cerita lucu tersebut saya posting di artikel lain mengenai hotel di Kaur.


Hotel Zaffa Kaur
Bintuhan sebagai ibukota Kabupaten Kaur cukup terkenal dengan pantai dan lautnya. Sayang sekali karena jadwal kegiatan yang padat membuat saya tidak bisa leluasa bermain di pantai. Sedih… kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. 

Akhirnya saya hanya berkesempatan mengunjungi Pantai Linau, salah satu destinasi bagus di Kaur, pada malam hari. Yah, hanya bisa mendengar debur ombak dan kesiur anginnya saja. 

Pantai Linau
Sumber gambar: http://wargakaur.blogspot.co.id
Untuk mengobati kekecewaan, saya dan teman-teman mencoba kuliner yang jarang ada, yaitu sate gurita. Kami cukup penasaran seperti apa rasa sate gurita tersebut. Akhirnya, kami mampir di rumah makan Voltus dan memesan sate gurita. Ternyata, memang unik dan sangat lezat rasanya. Tentang harga juga cukup terjangkau. Satu porsi harganya di kisaran Rp30.000. Hmmm, akhirnya terobati juga rasa penasaran akan sate gurita, hehehe
Maaf tidak ada foto satenya, lupa...

Salah satu lokasi cukup menarik yang kami temui adalah lapangan Merdeka. Lokasi ini menjadi semacam alun-alun kota. Di situ ada Masjid Al Kahfi yang menjadi kebanggaan masyarakat Kaur.


Masjid al Kahfi di Lapangan Merdeka Bintuhan
Sumber gambar: http://wargakaur.blogspot.co.id
Tentang gambaran sekilas Kota Bintuhan secara umum, ini adalah kota yang cukup tenang, masih cukup sepi malah, dan cukup tertata. Fasilitas publik pun lumayan tersedia. Kota ini menjadi cukup ‘hidup’ karena dilalui jalan lintas Sumatra.