Tampilkan postingan dengan label cerebral palsy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerebral palsy. Tampilkan semua postingan

2017-08-01

Mari Sukseskan Program Imunisasi MR

8/01/2017 01:21:00 PM 4
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat siang Ayah, Bunda, dan seluruh pembaca blog masahmad.com

Bulan Agustus hingga September 2017 ini akan diadakan pemberian imunisasi MR secara GRATIS di fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat wilayah Pulau Jawa dan bulan Agustus - September 2018 untuk luar Pulau Jawa. Program Nasional yang didukung oleh IDAI, Kemenkes, dan WHO ini akan menjadikan Indonesia terbebas dari Campak dan mengontrol kejadian sindrom rubella kongenital.

Poster Kampanye Imunisasi MR
Kita patut berterima kasih kepada pemerintah karena sudah aware dengan memfasilitasi imunisasi MR tersebut. Tak dapat dimungkiri, campak dan rubella, termasuk toksoplasma dan CMV (Cytomegalovirus) adalah ancaman serius untuk tumbuh kembang bayi dan anak. 

Keluarga kami sendiri sudah mengalaminya. Dua buah hati kami terdeteksi terkena infeksi virus Cytomegalovirus (CMV) dan keduanya sudah kembali ke surga. Pertama di usia 10 bulan, dan kedua di usia satu setengah tahun. Beragam komplikasi dialami anak kami di usianya yang masih sangat belia. Hanya saja, sampai saat ini, belum tersedia vaksin yang bisa membantu untuk mencegah penularan virus CMV ini. Obat untuk virus CMV masih bersifat menekan dan mengurangi perkembangannya di dalam tubuh pengidapnya. 


Jadi, kembali ke imunisasi MR, demi membentengi anak dari infeksi virus campak dan rubella yang akibatnya juga berbahaya sekali, mari kita sukseskan program imunisasi MR ini. Sebarkan informasi tentang imunisasi MR seluas-luasnya. Di televisi pun sudah ditayangkan iklan tentang imunisasi MR seperti berikut ini.


Sebagai orangtua tentu banyak pertanyaan seputar program ini, salah satunya adalah apakah anak saya perlu diimunisasi ulang walaupun sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi campak?

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait imunisasi MR. Yuk, disimak agar bisa memahami lebih lanjut mengenai program ini.


PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR

Apakah penyakit Campak Rubella?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yagn belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Apa bahaya dari penyakit ini?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Apakah vaksin MR?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. 

Apakah Vaksin MR aman?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yagn serius sangat jarang terjadi.

Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak. 

Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR. 

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016. 

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Sumber : 

2017-01-12

Menggantung Asa di Griya Fisio Bunda Novy (GFBN)

1/12/2017 03:57:00 PM 0
Pertama kali kami mendengar nama Griya Fisio Bunda Novy (GFBN) adalah dari medsos, utamanya facebook. Kala itu, kami sedang mencari info tentang tempat fisioterapi untuk anak yang recommended. Ya, anak kami, almarhumah Khaylila Hanum Ramadhani, memang mengalami masalah di syaraf motoriknya. Hanum yang saat itu masih berusia 6 bulan masih belum bisa beraktivitas layaknya anak seusia tersebut.

2016-09-30

MEMAHAMI UNTUK PEDULI: MARI MENGENAL RARE DISORDERS (KELAINAN LANGKA) BERNAMA MIKROSEFALI

9/30/2016 08:24:00 PM 0
Mengenal Rare Disorders
Kehadiran buah hati adalah momen terwujudnya harapan dan kebahagiaan setiap keluarga, apalagi keluarga baru. Setiap orang tua pasti mendambakan anak yang terlahir sempurna, tanpa cacat dan kelainan sedikit pun, sehingga menjadi sumber kebanggaan serta kebahagiaan. Tak dapat dimungkiri, demikianlah yang ada di dalam doa setiap orang tua.
Namun, bagaimana jika Tuhan menganugerahkan anak dengan keistimewaan tersendiri? Bagaimana bila Tuhan mengamanahkan anak tetapi tidak sesuai harapan orang tuanya? Sedihkah? Kecewakah? Marah? Merasa Tuhan tidak menyayangi kita? Kiranya wajar perasaan demikian itu muncul. Tetapi, jika mau menyadari dengan ketulusan jiwa sesungguhnya amanah tersebut adalah bukti kecintaan Tuhan kepada hambaNya. Seseorang yang diamanahi anak istimewa berarti mendapatkan kepercayaan yang istimewa juga dari Tuhan.
Keistimewaan yang kerap ada pada individu, terutama anak, adalah kelainan atau penyakit langka (rare disorders). Lalu, apakah yang disebut rare disorders? Mari mengenal rare disorders yang akan penulis uraikan berikut ini.
 Suatu kelainan atau penyakit dikategorikan langka jika angka kejadiannya adalah 1 : 2.000 atau lebih. Saat ini, ada sekitar 6.000 – 8.000 jenis kelainan langka yang telah teridentifikasi, dan jumlah ini terus bertambah setiap minggunya (sumber: inarare.org).
Menurut data, rare disorders ikut menyumbang sekitar 35% angka kematian anak usia di bawah 1 tahun. Angka tersebut tidak boleh disepelekan karena menyangkut populasi penduduk dan lebih jauh lagi keberlangsungan sebuah generasi.
Sekitar 80% kelainan langka disebabkan oleh kelainan genetik. Namun demikian, kelainan genetik tidak selalu diwariskan dari orang tua atau generasi sebelumnya dan tidak selalu diwariskan ke anak atau keturunan selanjutnya, karena ada kalanya kelainan genetik terjadi secara spontan.
Sumber infografis: inarare.org