2017-10-11

Pertemuan Penulis Gerakan Literasi Nasional Tahap II: Sebuah Refleksi

10/11/2017 11:15:00 AM 5
Sesekali suara notifikasi whatsapp terdengar memecah kebisuan rutinitas. Grup penulis GLN 2017 itu masih terus ramai dan aktif. Para penulis GLN memang dikumpulkan kembali untuk menyelaraskan bahan bacaan yang sudah ditulis dan direvisi pada pertemuan Penulis GLN Tahap I. Pertemuan ke-II juga sekaligus menjadi ajang penyerahan hadiah bagi peserta yang lolos seleksi.


Dok. pribadi
Akhirnya, hadiah itu diterima juga, hehehe. Alhamdulillah. Sayembara kali ini memang cukup unik. Meskipun sudah dinyatakan lolos seleksi, penulis tetap berkewajiban merevisi naskahnya sendiri, seperti pernah saya tuliskan di artikel sebelumnya tentang Pertemuan penulis Gerakan Literasi Tahap I

Bagi para penulis, ini merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, kami diharuskan merevisi menggunakan software indesign. Masalah pun bermunculan, mulai laptop atau notebook yang tidak mendukung, sampai kekurangmahiran untuk mengoperasikannya. Maklum, software indesign cukup besar kapasitasnya, perlu laptop dengan memori lumayan.

Mau tidak mau, meskipun ada prinsip tugas penulis ya menulis, soal tata letak, grafika, dan lain-lain itu lain soal. Bekerja sama dengan pengatak (layouter) profesional pun jadi pilihan, meskipun terpaksa ngutang dulu untuk honor mereka, deu...

Kover buku cerita Markas Rumah Pohon sebelum dan sesudah revisi
Meskipun demikian, kepuasan hakiki adalah ketika naskah buku kami lolos seleksi dan akan dijadikan bahan bacaan bagi siswa dan masyarakat. Buku tersebut menurut rencana akan disebarkan ke seluruh Indonesia. 

Acara pertemuan penulis tahap ke-2 dalam rangka penyelarasan bahan bacaan literasi dengan slogan "Penulis Bahan Bacaan, Pencerah Masa Depan"tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Acara diselenggarakan di Hotel Santika TMII mulai tanggal 5—7 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan buku berdasarkan rekomendasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), serta memperkuat pemahaman penulis mengenai bacaan yang baik dan layak digunakan serta dapat menumbuhkan budi pekerti.



Sumber foto: badanbahasa.kemdikbud.go.id
Pertemuan ini dihadiri oleh 110 penulis dan berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan kegiatan dimeriahkan oleh Paduan Suara Labschool Jakarta dan penampilan dongeng anak, serta pemberian piagam penghargaan kepada pemenang sayembara secara simbolis untuk enam penulis, antara lain Zulfitra (Sumatra Barat, Jembatan Ratapan Ibu dan Kawa Daun), Rismawati (Aceh, Lanskap Negeri Saman), Tria Ayu K. (Yogyakarta, Batik Tambal untuk Kakek), Paskalina (Jakarta, Jajanan Tradisional Asli Indonesia), I Gusti Made Dwiguna (Bali, Nyoman Nuarta: Pematung Internasional yang Pantang Menyerah), Dzikri el Han (Papua, Cerita dari Lembah Baliem)

Penyediaan bahan bacaan literasi yang dilakukan oleh Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan pada tahun 2017, dilakukan melalui Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2017, dan telah menghasilkan bahan bacaan yang bertema lanskap dan perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, dan arsitektur tradisional Indonesia. Bahan bacaan tersebut telah melalui berbagai proses penilaian dan perbaikan. Saat ini, bahan bacaan tersebut sudah masuk pada tahap akhir penyelarasan buku berdasarkan hasil penilaian dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud. Semua proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan bahan bacaan yang layak bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. (badanbahasa.kemdikbud.go.id)

“Jika tahun lalu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sudah menerbitkan 165 buku bacaan cerita rakyat, tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sudah menyerahkan 226 buku bahan bacaan kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk dinilai, dan selanjutnya akan diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa jika lolos,” jelas Prof. Dr. Muhadjir Efendi, M.AP.


Ditambahkan bahwa dari 727 naskah yang masuk, telah terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunan bahasa Indonesia, dan aspek grafika. (badanbahasa.kemdikbud.go.id)

Menjadi bagian dari mereka, para penulis hebat itu, adalah sebuah anugerah tersendiri. Selain bangga dengan karya yang diapresiasi, pertemuan penulis tersebut juga sebagai wadah menimba ilmu dari para penulis lain. Terbentuklah forum-forum diskusi kecil yang membahas sastra, perbukuan, penerbitan, dan tetek bengeknya.





Para panitia kegiatan yang luar biasa
Acara sudah usai, buku sudah direvisi, hadiah pun sudah diterima. Namun silaturahim dan persahabatan harus tetap terjalin. Grup whatsapp Penulis GLN 2017 yang semula dibuat untuk memudahkan koordinasi antara panitia dengan peserta, diharapkan tetap ada untuk ajang silaturahmi dan diskusi antarpenulis GLN 2017. Satu harapan lagi, semoga kami bisa bersemuka lagi di ajang sayembara GLN tahun 2018. Amiiin.


2017-10-02

Tempat Menulis Online dan Dibayar

10/02/2017 04:32:00 PM 10
Menulis, selain menjadi sebuah hobi, adakalanya menjadi sebuah kewajiban bagi sebagian orang.

Bagi orang yang hobi menulis, apa yang ditulisnya bebas tanpa intervensi siapapun. Mau fiksi atau nonfiksi, terserah. Lha, wong namanya hobi. Tema yang diangkat pun beragam, situasional, dan uptodate atau kekinian. Satu yang pasti, mereka konsisten menulis. Tanpa beban, murni menyalurkan hobi sekaligus opini. Syukur ada yang tergugah dan tercerahkan, juga terbuka wawasannya lewat tulisan-tulisan mereka.

Mereka yang hobi dan konsisten menulis tersebut, tulisan-tulisannya kerap menghiasi halaman-halaman surat kabar maupun media online, buku-buku fiksi atau nonfiksinya bertebaran di toko-toko buku. Rahasianya? Ya, konsisten itu tadi.

Lain halnya bagi yang ‘terpaksa’ menjalani kewajiban menulis. Kenapa terpaksa? Ya, karena menulis itu menjadi pekerjaan utamanya sehari-hari. Meskipun pada akhirnya ia terbiasa menulis, tetapi menulis bukanlah panggilan utama jiwanya. Contohnya: profesi sekretaris. Seorang sekretaris itu wajib menulis, kan? Wajib mencatat banyak hal tentang kantor, mengurusi surat-menyurat, dan lain-lain yang berhubungan dengan tulis menulis.

Namun, lambat laun keterpaksaan juga bisa menumbuhkan cinta, kok (jiaaah). Toh, sudah ada imbalan setimpal (gaji) dari keterpaksaan menulis itu, bukan?

Ok, kembali ke soal hobi menulis. Pada artikel kali ini saya ingin berbagi mengenai tempat berbagi tulisan online yang sekaligus menghasilkan. Jadi, tempat menulis online dan dibayar. Apa ada? Ada... berikut ini list-nya

1. Program UC We-media
 
Program UC We-media cukup booming akhir-akhir ini. Program UC We-media adalah sebuah platform layanan gratis yang bertujuan untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan mendukung kebebasan berpendapat.

Artikel-artikel yang ingin dipublikasikan melalui UC We-media akan diseleksi oleh tim editor. Terdapat beberapa aturan tentang penulisan artikel, termasuk masalah plagiarisme yang menjadi perhatian utama.

Ada tingkatan-tingkatan kontributor seperti pemula dan lanjutan yang mempunyai benefit berbeda. Reward-reward menarik pun telah menanti Anda yang rajin menulis.

Lebih enaknya lagi, ada topik-topik terhangat yang akan membantu Anda menulis artikel yang kemungkinan akan dibaca banyak orang.

Anda tertarik? Silakan mencoba melalui https://wm.ucweb.com.


2. Vebma
Siapa saja boleh bergabung dengan vebma.com, baik Anda seorang blogger, penulis, wartawan, guru, pelajar, atau mahasiswa. Silakan bergabung dan dan menulis konten di vebma.com. 


Sistem di vebma tidak dibangun mengggunakan MLM, vebma.com dibangun untuk memberikan benefit bagi setiap user yang bergabung dan menulis artikel di vebma.com, keuntungan yang anda dapatkan selain dibayar per artikel, saat ini kami dengan senang hati mengumumkan penulis mendapat tambahan dari setiap view yang didapat oleh artikel yang ditulis oleh penulis. Kesimpulannya, Anda akan tetap mendapatkan bayaran selama artikel yang Anda tulis menghasilkan pengunjung.

Lalu, berapa bayaran untuk setiap artikel yang dipublikasi di vebma? Sebelumnya Vebma.com memberikan bayaran sebesar Rp10.000--Rp20.000 per artikel yang terpublish di Vebma, ditambah CPM Rp1/view.

Setelah melewati berbagai pertimbangan untuk menyemangati penulis, pihak vebma akhirnya menambah harga CPM dua kali lipat dari sebelumnya Rp.1/view kini sebesar Rp.20.000/10.000 view. Itu artinya Anda akan dibayar Rp20.000 untuk 10.000 view yang dihasilkan artikel Anda.

Apakah Anda tertarik menulis di media online seperti di atas? Mungkin Anda bisa mencoba untuk terus mengasah skill menulis Anda. Silakan. Atau... Anda mempunyai referensi media online yang lain?